Nasional

Menko PMK: SNT Jadi Upaya Pemerataan Pendidikan Berkualitas bagi Anak Berprestasi

9
×

Menko PMK: SNT Jadi Upaya Pemerataan Pendidikan Berkualitas bagi Anak Berprestasi

Sebarkan artikel ini

BOGOR, Literasiaktual.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak berprestasi dari berbagai daerah.

Hal tersebut disampaikan Sugiono saat meninjau pelaksanaan pendidikan di SNT 7 Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (7/10/2026).

Menurut Sugiono, keberadaan SNT diarahkan untuk mendukung pemerataan pendidikan berkualitas sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki. Upaya tersebut dilakukan melalui lingkungan belajar, kurikulum, dan metode pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.

“Cita-cita Pak Presiden pada saat meluncurkan gagasan ini adalah melakukan suatu pemerataan pendidikan berkualitas ke seluruh Indonesia yang diharapkan menjadi wadah belajar bagi anak-anak berprestasi yang ada di berbagai penjuru Indonesia yang mungkin tidak terjangkau,” ujar Sugiono.

Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pendirian 500 SNT di seluruh Indonesia. Pemerintah menargetkan SNT dapat berdiri di seluruh kabupaten dan kota dalam tiga tahun ke depan.

“Presiden Prabowo tidak ingin melihat ada satupun siswa Indonesia yang berpotensi dan berprestasi di seluruh pelosok tanah air kehilangan kesempatan untuk memperoleh akses di sekolah berkualitas,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Sugiono didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti serta Bupati Bogor Rudy Susmanto. Mereka meninjau proses pembelajaran, laboratorium, dan sejumlah karya siswa yang dihasilkan melalui pembelajaran mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

SNT 7 Bogor mulai beroperasi pada 10 Agustus 2026 dengan jumlah 80 siswa yang terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA. Kegiatan pembelajaran didukung 15 tenaga pendamping dengan menerapkan pendekatan STEAMS (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, Sport).

Dalam kunjungannya, Sugiono juga berdialog dengan siswa mengenai pengalaman belajar dan kegiatan yang mereka jalani. Ia juga menyapa dan berdialog secara daring dengan sekitar 1.300 siswa dari 16 SNT lainnya yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Sugiono menilai lingkungan belajar, kurikulum, dan metode pendidikan yang tepat dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal.

“Saya lihat tadi para murid yang belajar di SNT ini mengembangkan semua potensi yang dimilikinya, mengembangkan semua talenta yang mereka punya, menyesuaikan dengan kurikulum yang disediakan di sini,” ujarnya.

Ia mengatakan pelaksanaan pendidikan di SNT mulai menunjukkan upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi siswa yang memiliki potensi dan prestasi.

“Saya mengatakan bahwa apa yang menjadi cita-cita dan keinginan Bapak Presiden mulai terwujud. Bahwa anak-anak yang mempunyai potensi besar jika disekolahkan dalam sebuah lingkungan yang baik, kurikulum yang baik, cara pendidikan yang baik, akan menghasilkan anak-anak yang luar biasa,” kata Sugiono.

Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan di SNT merupakan bagian dari upaya transformasi pendidikan untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul.

“Saya kira ini merupakan salah satu pengejawantahan manusia unggul yang menjadi keinginan transformasi besar Bapak Presiden Prabowo. Saya kira apa yang kami alami dan lihat di sini di SNT 7 seperti SNT lain di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sugiono berharap program tersebut dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak berprestasi untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita mereka.

“Saya yakin anak Indonesia tidak kalah dengan anak-anak lain di dunia. Mereka memiliki potensi besar dan Presiden Prabowo ingin mereka dapat meraih mimpinya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan