Nasional

Santriwati Bengkalis Harumkan Riau di Panggung Nasional, Raih Juara 2 Santrivision 2026

Nisa Mahira
107
×

Santriwati Bengkalis Harumkan Riau di Panggung Nasional, Raih Juara 2 Santrivision 2026

Sebarkan artikel ini

LITERASIAKTUAL.COM – Kabupaten Bengkalis kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tiga santriwati Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang Santrivision 2026 tingkat nasional yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Ketiga santriwati tersebut adalah Fadhila Syafani Rambe, siswa kelas XI Madrasah Aliyah (MA), serta Lisa Nurul Efendi dan Nurul Afifah, keduanya siswi kelas XII MA. Mereka mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau melalui karya inovatif yang mengangkat isu perlindungan anak dan santri di lingkungan pesantren.

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengusung gagasan berjudul “Police Piper: Mewujudkan Pesantren Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas Saka Pesantren Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA Nomor 73 Tahun 2022.”

Karya ini menawarkan konsep untuk membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, ramah, serta terbebas dari berbagai bentuk kekerasan. Gagasan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada upaya pencegahan, tetapi juga mengedepankan perlindungan terhadap korban melalui pendekatan victim-centered approach, yakni pendekatan yang berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan korban.

Melalui inovasi tersebut, Fadhila, Lisa, dan Nurul mengembangkan konsep standardisasi tata ruang pesantren agar mampu mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman. Mereka juga mengusulkan pembentukan Satgas Saka Pesantren sebagai bagian dari sistem pencegahan sekaligus penanganan kekerasan di lingkungan pesantren.

Wabup Bengkalis Apresiasi Inovasi Santriwati

Keberhasilan tiga santriwati asal Duri itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Wakil Bupati Bengkalis, Dr. Bagus Santoso, menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih para santriwati di ajang nasional tersebut.

Atas nama pemerintah daerah, Bagus menyampaikan ucapan selamat sekaligus penghargaan kepada Fadhila, Lisa, dan Nurul yang dinilai mampu menghadirkan gagasan kreatif dengan menyentuh persoalan penting di dunia pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Fadhila, Lisa, dan Nurul. Inovasi ‘Police Piper’ yang mereka gagas adalah bukti nyata bahwa santri Bengkalis tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga peka, kritis, dan solutif terhadap isu-isu krusial seperti perlindungan anak di lingkungan pendidikan,” ujar Bagus Santoso.

Ia berharap gagasan tentang pesantren zero-abuse tersebut tidak berhenti sebagai karya dalam kompetisi, melainkan dapat diwujudkan melalui langkah konkret di lingkungan pesantren.

Menurutnya, konsep penataan ruang yang aman serta pembentukan satuan tugas dengan pendekatan perlindungan korban sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam mendorong terwujudnya daerah ramah anak dan bebas dari kekerasan.

Pesantren Jadi Ruang Tumbuh Inovasi Generasi Muda

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, sekaligus masyarakat Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa santri memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial melalui pemikiran kritis dan inovasi.

Pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kepedulian sosial, serta kemampuan melahirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Keberhasilan meraih Juara 2 Santrivision 2026 diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para santri lainnya di Kabupaten Bengkalis untuk terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Prestasi Fadhila, Lisa, dan Nurul sekaligus menjadi bukti bahwa gagasan yang lahir dari lingkungan pesantren mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Sementara itu, Mudir Ma’had Pondok Pesantren Agribisnis Modern Muhammadiyah Nawawi Djamil Duri, Muhammad Silmi Kaffah, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan hingga ketiga santriwati tersebut berhasil meraih prestasi.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang turut mendorong keberhasilan para santri dalam membawa nama daerah dan Provinsi Riau ke panggung nasional. (**)

Tinggalkan Balasan