NasionalRiau

PLTU UP Tenayan Raya Terima Kunjungan Lapas Rumbai, Bahas Potensi FABA untuk Pemberdayaan Napi

744
×

PLTU UP Tenayan Raya Terima Kunjungan Lapas Rumbai, Bahas Potensi FABA untuk Pemberdayaan Napi

Sebarkan artikel ini
PLTU UP Tenayan

PEKANBARU – Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Unit Pelaksana (UP) Tenayan Raya menerima kunjungan strategis dari jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai pada Selasa (27/10/2026). Pertemuan ini difokuskan pada penjajakan kerja sama pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) guna menyokong program pemberdayaan dan kemandirian para warga binaan pemasyarakatan (WBP)
Dalam lawatan tersebut, rombongan Lapas Rumbai diajak meninjau langsung area pengelolaan sisa pembakaran batu bara di kawasan PLTU Tenayan Raya. Material FABA yang selama ini dikenal ramah lingkungan sesuai standar teknis, dilirik sebagai bahan baku alternatif potensial untuk diproduksi menjadi material konstruksi bernilai guna, seperti batako dan paving block.

Langkah sinergis ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pengembangan keterampilan produktif di dalam lapas. Dengan mengolah FABA, warga binaan tidak hanya mendapat pelatihan pembuatan bahan bangunan, tetapi juga didorong untuk menumbuhkan sikap disiplin, kreativitas, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai, Ismadi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal seperti PLTU Tenayan Raya sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pembinaan. Ia menekankan bahwa sinergi ini harus membawa manfaat jangka panjang yang berkelanjutan.

Meski demikian, Ismadi juga mengingatkan bahwa seluruh tahapan produksi berbahan dasar FABA ini nantinya wajib mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kelayakan teknis, serta tunduk pada regulasi lingkungan hidup agar berjalan aman.

Melalui penjajakan ini, PLTU Tenayan Raya menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap kerja sama yang konkret dapat segera terealisasi. Komitmen bersama ini menjadi wujud nyata kepedulian lintas instansi dalam menghadirkan ruang produktif, sekaligus membekali warga binaan dengan keahlian yang mumpuni untuk menata kehidupan yang lebih baik pasca-menyelesaikan masa hukuman. (RR21)

Tinggalkan Balasan