Kab.Malinau,Kaltara(L.A)– Masyarakat Kabupaten Malinau turut memeriahkan penutupan Irau ke-12 dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau. Berbagai kegiatan menarik mewarnai perayaan, mulai dari permainan tradisional leduman bambu hingga kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyuguhkan aneka kuliner bagi para pengunjung.
Permainan leduman bambu menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Selain menghadirkan suara ledakan khas, permainan tradisional ini membutuhkan keahlian dan teknik khusus. Kehadirannya turut menambah semarak perayaan sekaligus menjadi bagian dari tradisi masyarakat yang menarik perhatian pengunjung.
Di bawah kepemimpinan Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., kegiatan Irau menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya daerah, mempererat kebersamaan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Beragam pertunjukan seni budaya hingga kehadiran artis papan atas turut memeriahkan kegiatan tersebut. Hiburan yang dihadirkan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati perayaan, sekaligus meningkatkan daya tarik kegiatan bagi pengunjung dari berbagai wilayah.
Salah seorang tokoh pemuda Malinau yang disapa Cris menyebutkan bahwa penyelenggaraan kegiatan seperti Irau mampu mendorong perputaran perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM yang mendapatkan kesempatan memasarkan produk mereka selama perayaan berlangsung.
Menurutnya, kegiatan berskala besar tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi sektor UMKM dan pariwisata Kabupaten Malinau.
“Melalui irau , pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas.
Perputaran ekonomi juga dapat meningkat karena banyaknya pengunjung yang datang dan berbelanja. Di sisi lain, seni, budaya, serta potensi pariwisata Malinau semakin dikenal,”jelas Cris.
Antusiasme pelaku UMKM yang menawarkan berbagai makanan, minuman, dan produk lokal turut menjadi bagian penting dalam kemeriahan Irau.
Momentum ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan selama acara, tetapi juga membuka peluang bagi usaha lokal untuk berkembang secara berkelanjutan.
Dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan kegiatan seni, budaya, dan hiburan masyarakat diharapkan terus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM.
Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan melalui kemeriahan acara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Irau ke-27 Kabupaten Malinau menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, serta mempromosikan potensi daerah.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor pariwisata diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperluas pengenalan Malinau kepada masyarakat di luar daerah.***














