KOREA SELATAN, LITERASIAKTUAL.COM – Ragil Handito yang biasa disapa Dito adalah salah satu mahasiswa yang berasal dari Indonesia yang mendapatkan program beasiswa profesor. Saat ini Dito sebagai Master’s Student while doing Research Assistance di Power Electric Machine Laboratory di Department of Electrical Engineering Korea National University of Transportation, South Korea. Program Beasiswa Profesor di peruntukkan untuk mahasiswa dalam melaksanakan proyek. Mahasiswa yang diterima dalam program ini akan melakukan pekerjaan di laboratorium serta menjalani masa perkuliahan.
Beasiswa Profesor diberikan kepada mahasiswa berasal dari Projent Grant Instansi Pemerintah Korea Selatan. Mahasiswa yang dinyatakan lulus program tidak diperkenankan untuk bekerja, tetapi mahasiswa akan mendapatkan penghasilan tambahan apabila ikut dalam proyek penelitian profesor.

“Sebelumnya saya berkuliah di Universitas Jendral Ahmad Yani Kota Cimahi, dan saat ini saya diterima kuliah di Korea National University of Transportation dengan jalur beasiswa tepatnya di Kota Changju. Awalnya Dito memang punya keinginan kuliah di luar negeri, dan di Beasiswa inilah perjalanan proses yang paling menentukan, karena selama ini sudah mencoba 9 kali mendaftar beasiswa. Makanya pendapat Dito salah satu cara untuk meraih mimpi adalah tidak menyerah dan tidak mundur. Jadi, part yang paling penting itu apresiasi terhadap diri sendiri”, Ungkap Dito
Ada beberapa berkas untuk mendaftar beasiswa profesor, diantaranya :
- Sertifikat,
- Ijazah & transkrip nilai,
- TOEIC/TOEFL/IELTS,
- Motivation letter,
- Surat rekomendasi, dan
- Publikasi jika ada
Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan yaitu
- Perhatikan admission kampus yang diminta oleh setiap graduate school
- Lampirkan semua berkas yang dimiliki saat email profesor
- Perlihatkan kemampuan yang dimiliki serta motivasi yang kuat

Pada jalur beasiswa profesor akan dibuka setiap musim semi dan musim gugur, dan akan melewati beberapa tahap yaitu administrasi, tes wawancara, dan pengumuman serta CoA (Certificate of Admission) surat dari kampus yang isinya menyatakan bahwa diterima dikampus tersebut.
“Untuk daftar beasiswa biasanya ada yang namanya LoA, LoA tersebut menunjukkan bahwasanya memiliki dosen pengampu yang bersedia menjadi pembimbing kita selama kuliah di Korea/sudah dinyatakan diterima di universitas yang kita pilih. Karena menurut Dito kuliah disini memiliki sistem pendidikan jauh lebih ketat. Ada beberapa kesulitan juga karena kuliah di negara yang bukan based english jadi harus mengikuti budaya dan belajar bahasa baru juga. Tetapi disisi lainnya, ada beberapa potensi yang didapatkan seperti jejaring international sehingga semakin terbuka lebar”, Ungkap Dito
Di Korea National University of Transportation dosen yang berada di kelas lebih memilih metode diskusi bukan hanya sekadar menjelaskan. Jadi tuntutan yang ditemui, mahasiswa harus paham dengan materi yang didiskusikan ketika pembelajaran, karena setelahnya akan mendapatkan projek, Mahasiswa akan menjumpai projek pada setiap semester misalnya studi kasus dan projek lainnya.














