Berau, Kaltim— Keindahan alam Pulau Maratua tidak hanya dikenal melalui laut biru dan wisata bawah airnya, tetapi juga lewat kekayaan budaya lokal yang masih terus hidup di tengah masyarakat pesisir. Salah satunya adalah Tari Daling, tarian tradisional khas Maratua yang kini menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya.
Tari Daling kerap ditampilkan dalam penyambutan tamu di sejumlah resort maupun acara adat masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengenalan budaya lokal kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
Dengan balutan pakaian adat khas pesisir, para penari menampilkan gerakan yang menggambarkan kehidupan laut yang menjadi identitas utama Maratua dan kawasan Derawan.
“Tari Daling itu menggambarkan kehidupan laut. Ada gerakan seperti ubur-ubur, ikan sampai lumba-lumba yang menjadi simbol kekayaan alam laut Maratua,” ungkap salah satu pemerhati budaya lokal.
Nuansa tarian yang lembut dipadukan irama tradisional menciptakan suasana hangat bagi wisatawan, terutama saat penyambutan tamu maupun hiburan malam setelah jam makan malam di resort.
Selain menjadi hiburan, Tari Daling juga memberi pengalaman berbeda bagi wisatawan karena memperlihatkan hubungan erat masyarakat Maratua dengan budaya dan laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka.
Keberadaan tarian tradisional tersebut dinilai turut memperkuat citra Maratua sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam tropis, tetapi juga kekayaan budaya lokal yang unik dan autentik.
Masyarakat berharap Tari Daling dapat terus dikenal luas dan menjadi bagian penting dalam promosi wisata budaya Pulau Maratua ke tingkat nasional maupun internasional.***














