Wisata

Regulasi Penjemput Turis Perlu Disusun Demi Menjaga Citra Pariwisata Berau

Avatar
0
×

Regulasi Penjemput Turis Perlu Disusun Demi Menjaga Citra Pariwisata Berau

Sebarkan artikel ini

Opini : Hary Gunawan

Berau,Kaltim(LA) – Bandara Kalimarau merupakan gerbang utama yang membentuk kesan pertama wisatawan terhadap sebuah daerah. Karena itu, penataan sistem penjemputan wisatawan di Bandara Kalimarau dinilai sudah saatnya menjadi perhatian serius pemerintah agar selaras dengan cita-cita menjadikan Berau sebagai destinasi pariwisata kelas internasional.

Sejumlah pegiat pariwisata menilai pemerintah perlu segera menyusun regulasi penjemputan wisatawan. Regulasi tersebut tidak hanya mengatur tata kelola penjemputan yang tertib dan profesional, tetapi juga mendorong lahirnya standar pelayanan yang mencerminkan identitas budaya daerah.

Menurut pegiat pariwisata di sapa Hary  sudah saatnya para sopir, pemandu wisata, maupun penjemput resmi mengenakan atribut bernuansa budaya lokal, seperti rompi bermotif khas Berau, topi adat Dayak, atau atribut budaya Suku Bajau. Tidak perlu merasa gengsi mengenakan identitas budaya sendiri, karena justru nilai budaya dan kearifan lokal merupakan daya tarik yang membedakan Berau dari daerah wisata lainnya.

Di sejumlah daerah, budaya telah menjadi bagian dari pelayanan kepada tamu. Di Kalimantan Utara misalnya, penggunaan Topi Adat Bulungan (Tanjak Bulungan) dalam berbagai kegiatan menjadi simbol kebanggaan daerah sekaligus sarana memperkenalkan budaya kepada para tamu yang datang.

Selain itu, pegiat pariwisata juga menilai keberadaan Duta Wisata Berau yang selama ini telah dibina dan jumlahnya cukup banyak perlu lebih dioptimalkan. Mereka dapat dijadwalkan secara bergilir untuk menyambut rombongan wisatawan di Bandara Kalimarau, memberikan ucapan selamat datang, memperkenalkan budaya Berau, serta memberikan informasi awal mengenai destinasi wisata yang akan dikunjungi.

Kehadiran duta wisata bersama penjemput resmi yang mengenakan atribut budaya diyakini akan memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan. Sambutan yang hangat dengan nuansa budaya lokal akan memperkuat citra Berau sebagai daerah yang ramah, berbudaya, dan siap menyambut wisatawan mancanegara maupun domestik.
Pegiat pariwisata berharap pemerintah dapat mengkaji gagasan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata.

Sebab, membangun pariwisata tidak hanya mengandalkan keindahan alam Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki, tetapi juga menghadirkan identitas budaya yang kuat sejak wisatawan pertama kali menginjakkan kaki di Bumi Batiwakkal.***

Tinggalkan Balasan