Berau,Kaltim (L.A) Keberadaan anjing tak bertuan yang terus berkembang biak di Pulau Maratua mulai menjadi perhatian warga dan pelaku wisata. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, jumlah anjing yang tersebar di empat kampung di Pulau Maratua saat ini diperkirakan mencapai sekitar 400 ekor.(08/06/26)
Anjing-anjing tersebut tersebar di Kampung Teluk Harapan, Bohe Silian, Payung-Payung, dan Teluk Alulu. Warga menyebut populasi anjing tak bertuan itu telah ada selama bertahun-tahun dan terus bertambah karena berkembang biak secara alami tanpa adanya pengendalian populasi yang memadai.
Selain berada di kawasan perkampungan, sebagian anjing juga ditemukan berkeliaran di area hutan, hingga lingkungan permukiman warga. Untuk mencari makan, anjing-anjing tersebut kerap masuk ke pekarangan rumah, area UMKM, area penginapan, resort hingga kawasan destinasi wisata.
Sejumlah warga mengaku keberadaan anjing tak bertuan tersebut mulai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Keluhan yang sering disampaikan antara lain anjing masuk ke rumah warga, mencuri sandal, serta menimbulkan kebisingan pada malam hari akibat suara gonggongan yang berlangsung cukup lama.
Tidak hanya itu, warga juga menyoroti banyaknya kotoran anjing yang ditemukan di sekitar jalan kampung, halaman rumah, area usaha, hingga beberapa titik yang sering dilalui masyarakat dan wisatawan.
Kondisi tersebut dinilai mengurangi kenyamanan lingkungan dan berpotensi mengganggu kebersihan kawasan wisata.
Pada malam hari, anjing-anjing tersebut juga kerap terlihat tidur di pinggir jalan maupun di area fasilitas umum.
Sementara pada siang dan sore hari, beberapa di antaranya terlihat masuk ke kawasan UMKM dan tempat makan yang sedang ramai dikunjungi wisatawan.
“Kadang saat pengunjung sedang makan di area UMKM atau tempat kuliner, anjing-anjing itu datang dan berkeliaran di sekitar meja. Sebagian pengunjung merasa biasa saja, tetapi ada juga yang merasa tidak nyaman,” ujar salah seorang warga.
Keberadaan anjing dalam jumlah banyak juga menjadi perhatian wisatawan yang berkunjung ke Pulau Maratua. Salah seorang wisatawan mengaku terkejut melihat banyaknya anjing yang berkeliaran di kawasan pulau wisata tersebut.
“Kami heran mengapa di pulau wisata jumlah anjing yang berkeliaran sangat banyak. Saat berjalan atau berpapasan di jalan, kami kadang merasa takut karena anjing-anjing itu bergerombol.
Meskipun tidak mengganggu secara langsung, tetap saja membuat kami waspada,” ujarnya.
Menurut warga, sebagian besar anjing tersebut memang tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap manusia.
Namun jumlah yang terus bertambah membuat masyarakat khawatir apabila tidak ada langkah penanganan yang tepat di masa mendatang.
Selain berdampak pada kenyamanan warga dan wisatawan, beberapa masyarakat juga menyebut anjing-anjing tersebut kerap memangsa ayam peliharaan sehingga menimbulkan kerugian bagi pemilik ternak.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan penanganan terhadap anjing liar tersebut,demi kenyamanan wisatawan, kebersihan lingkungan.
Salah satu harapan yang disampaikan masyarakat adalah adanya upaya relokasi atau penempatan anjing tak bertuan ke lokasi luar pulau maratua.
Masyarakat menilai persoalan ini perlu mendapatkan perhatian karena Pulau Maratua merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau yang dikenal hingga mancanegara.
Dengan penanganan yang tepat, keseimbangan antara kenyamanan warga, keamanan wisatawan, kebersihan lingkungan, dan perlindungan terhadap hewan diharapkan dapat tetap terjaga.***
Liputan : Teguh














