Berita

Kualitas Udara Kawasan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Disorot, Aktivis Desak Pengetatan Debu

Avatar
0
×

Kualitas Udara Kawasan Tambang Bojonegara-Pulo Ampel Disorot, Aktivis Desak Pengetatan Debu

Sebarkan artikel ini

Serang,Banten

Literasiaktual.com-Kualitas udara di kawasan industri dan pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan MBLB wilayah Bojonegara dan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, kembali menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir.

Aktivis lingkungan dan kesehatan masyarakat, Hj. Titin Kholaiyah, menyoroti meningkatnya debu dan emisi yang berasal dari aktivitas bongkar muat serta angkutan material tambang di dua kecamatan tersebut.

Menurut Titin, dampak polusi udara tidak hanya dirasakan pekerja tambang, tetapi juga warga permukiman yang berada di radius dekat lokasi operasional perusahaan MBLB.

Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Serang bersama dinas terkait untuk memperketat pengawasan dan penegakan aturan pengendalian pencemaran udara di kawasan industri tambang.

Desakan yang sama juga disampaikan kepada seluruh perusahaan tambang MBLB agar lebih disiplin menerapkan standar operasional prosedur ramah lingkungan.

Dua langkah konkret yang ia minta segera ditegakkan adalah penggunaan jumbo bag saat proses bongkar muat material curah dan kewajiban menutup muatan truk dengan terpal berstandar SNI.

“Debu dari aktivitas tambang langsung berdampak ke saluran pernapasan warga, terutama anak-anak dan lansia. Pengendalian sederhana seperti jumbo bag dan terpal tertutup itu wajib, bukan pilihan,” tegas Titin, Minggu 7 Juni 2026.

Ia menilai, jika kedua langkah dasar itu dijalankan konsisten, potensi penyebaran debu ke udara bisa ditekan secara signifikan tanpa menunggu teknologi mahal.

Titin menambahkan, pengawasan lapangan harus ditingkatkan agar perusahaan tidak hanya patuh saat ada inspeksi, tetapi juga disiplin dalam operasional sehari-hari.

“Penegakan aturan yang konsisten dari pemerintah daerah dan komitmen perusahaan jadi kunci. Jangan sampai polusi udara terus mengancam kesehatan masyarakat sekitar demi keuntungan jangka pendek,” pungkasnya.

 

Red : tim

Tinggalkan Balasan