Berau(L.A)– Puluhan peserta Bakti Infrastruktur Tour 2026 mengikuti kegiatan edukasi transplantasi terumbu karang yang digelar di kawasan pantai Pratasaba Resort, Pulau Maratua, Kabupaten Berau, pada 10 hingga 12 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut yang menjadi salah satu aset utama pariwisata bahari di Maratua.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai fungsi terumbu karang, ancaman terhadap ekosistem laut, serta teknik perakitan media transplantasi sebagai sarana tumbuhnya bibit karang.
Setelah menerima materi, para peserta turut terlibat langsung dalam proses perakitan dan penempatan media transplantasi terumbu karang di lokasi yang telah ditentukan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya konservasi laut dan pelestarian lingkungan pesisir.
Selain edukasi terumbu karang, peserta Bakti Infrastruktur Tour 2026 juga melaksanakan sosialisasi serta pemantauan fasilitas internet BAKTI yang telah ditempatkan di sejumlah kampung dan fasilitas pemerintahan di Pulau Maratua.
Pemantauan dilakukan sebagai optimalisasi jaringan internet dalam mendukung pelayanan publik, pendidikan, serta aktivitas masyarakat.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan aksi bersih-bersih pantai yang melibatkan peserta dan berbagai pihak terkait. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga daya tarik wisata bahari Maratua.
Sejumlah media nasional juga hadir untuk meliput langsung kegiatan tersebut. Kehadiran awak media diharapkan dapat menjadi sarana edukasi kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan upaya konservasi yang terus dilakukan di Pulau Maratua.
Pihak manajemen Pratasaba Resort menyampaikan bahwa kegiatan penanaman dan transplantasi terumbu karang bukanlah hal baru, melainkan program yang telah rutin dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap lingkungan.
“Kegiatan transplantasi terumbu karang ini cukup sering kami laksanakan, bahkan secara konsisten apabila ada tamu atau kelompok yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan konservasi laut. Ini merupakan bagian dari program CSR dan kepedulian kami terhadap kelestarian ekosistem laut di Maratua,” ujar perwakilan manajemen Pratasaba Resort.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan tidak hanya dilakukan oleh Pratasaba Resort, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah resort lainnya yang beroperasi di Pulau Maratua.
Kolaborasi tersebut menjadi bentuk komitmen pelaku usaha pariwisata dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata yang dikenal hingga tingkat internasional.
Melalui kegiatan ini, peserta Bakti Infrastruktur Tour 2026 tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai konservasi laut dan pemanfaatan infrastruktur digital, tetapi juga memahami pentingnya sinergi antara pembangunan, pelestarian lingkungan, dan pariwisata berkelanjutan demi masa depan Pulau Maratua.***
Liputan: Teguh














