Maratua, Berau, Kaltim(L.A) — Sejumlah tokoh masyarakat dari empat kampung di Pulau Maratua, yakni Kampung Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohesilian, dan Teluk Alulu, menyampaikan sejumlah aspirasi dan persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Berbagai persoalan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius pemerintah dan wakil rakyat untuk ditindaklanjuti melalui kebijakan serta program pembangunan yang berkelanjutan.
Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Berau yang memiliki daya tarik pariwisata bahari hingga dikenal wisatawan mancanegara.
Namun, di balik potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang dinilai membutuhkan penanganan dan perhatian pemerintah.
Persoalan yang disampaikan mencakup kebutuhan dasar masyarakat, infrastruktur, pelayanan kesehatan, konektivitas, hingga tata kelola pariwisata.
Berikut 14 catatan krusial yang menjadi aspirasi masyarakat di Pulau Maratua:
1. Krisis dan Ketersediaan Air Bersih :
Ketersediaan air bersih masih menjadi salah satu persoalan penting bagi masyarakat di sejumlah kampung di Pulau Maratua. Kondisi ini membutuhkan solusi jangka panjang melalui pembangunan dan pengelolaan sarana air bersih yang berkelanjutan.
2. Pembangunan Embung yang Mangkrak :
Pembangunan embung di Pulau Maratua menjadi salah satu catatan yang perlu mendapat perhatian. Fasilitas tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah terkait diharapkan melakukan evaluasi dan memastikan pembangunan yang telah dilakukan dapat difungsikan untuk mendukung kebutuhan air masyarakat.
3. Abrasi Pantai di Kampung Payung-Payung dan Teluk Harapan :
Abrasi menjadi persoalan yang terus mengancam wilayah pesisir, khususnya di Kampung Payung-Payung dan Kampung Teluk Harapan.
Berdasarkan kondisi yang disampaikan masyarakat, abrasi dari tahun ke tahun telah menggerus daratan sekitar 10 meter di sejumlah titik. Penanganan diperlukan untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap permukiman, jalan, dan fasilitas masyarakat.
4. Puluhan Lampu PJU Tidak Menyala :
Di sepanjang jalur dari Kampung Teluk Harapan menuju Kampung Teluk Alulu, terdapat sekitar puluhan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar penerangan jalan dan keselamatan masyarakat pada malam hari dapat terjamin.
5. Ketersediaan Sarana dan Prasarana Puskesmas Maratua
Penguatan sarana dan prasarana Puskesmas Maratua menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, serta fasilitas pendukung perlu menjadi perhatian agar pelayanan kesehatan dapat berjalan secara maksimal.
6. Fasilitas Hyperbaric Chamber Belum Difungsikan :
Fasilitas Hyperbaric Chamber yang disebut belum difungsikan secara optimal juga menjadi salah satu catatan penting. Fasilitas tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk mendukung pelayanan kesehatan, terutama mengingat Maratua merupakan kawasan dengan aktivitas penyelaman dan pariwisata bahari.
7. Ketersediaan dan Distribusi BBM :
BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat, nelayan, transportasi laut, pelayanan publik, dan sektor pariwisata. Karena itu, pemerintah diharapkan memastikan distribusi dan ketersediaan BBM dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
8. Akses Internet dan Jaringan Telekomunikasi :
Sebagai salah satu kawasan pariwisata unggulan, Maratua membutuhkan jaringan internet dan telekomunikasi yang stabil. Konektivitas tersebut penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelaku usaha, wisatawan, pendidikan, pelayanan publik, hingga perkembangan ekonomi digital.
9. Regulasi Kapal Wisata dan Aktivitas Pariwisata Bahari :
Perkembangan kapal wisata merupakan bagian dari pertumbuhan pariwisata bahari di Maratua. Hal yang perlu didorong adalah penyusunan regulasi dan tata kelola yang jelas agar aktivitas kapal wisata dapat berjalan tertib dan aman, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku wisata lokal.
10. Transportasi dan Konektivitas Antarpulau :
Konektivitas transportasi laut menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Maratua, baik untuk mobilitas warga, distribusi barang, pelayanan kesehatan, maupun mendukung kegiatan pariwisata.
11. Penguatan UMKM dan Ekonomi Masyarakat Lokal
Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan berjalan seiring dengan penguatan UMKM dan pelaku ekonomi lokal. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari perkembangan pariwisata di wilayahnya sendiri.
12. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Pariwisata :
Peningkatan kemampuan masyarakat melalui pelatihan bahasa asing, pelayanan wisata, pengelolaan usaha, dan keterampilan lainnya dinilai penting agar masyarakat lokal semakin siap mengambil peran dalam perkembangan industri pariwisata Maratua.
13. Penanganan Populasi Anjing
Persoalan populasi anjing di sejumlah wilayah Maratua juga perlu mendapat perhatian dan penanganan yang terukur. Penanganannya perlu mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat, keamanan, kesejahteraan hewan, serta kenyamanan warga dan wisatawan.
14. Jembatan Lawang-Lawang : Belum Mendapat Perbaikan
Jembatan Lawang-Lawang yang menjadi salah satu akses tambat kapal pengangkut barang dari Maratua menuju Tanjung Redeb, Tanjung Redeb-Maratua juga menjadi catatan infrastruktur yang perlu mendapat perhatian. Jembatan tersebut disebut telah membutuhkan perbaikan selama puluhan tahun.
Ke-14 persoalan tersebut merupakan rangkuman aspirasi yang disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dari Kampung Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohesilian, dan Teluk Alulu.
Masyarakat berharap aspirasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi dan perhatian pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan di Pulau Maratua.
Sebagai wilayah kepulauan sekaligus destinasi wisata unggulan, pembangunan Maratua dinilai perlu berjalan beriringan antara pengembangan sektor pariwisata dengan pemenuhan kebutuhan dasar dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Pemerintah daerah bersama wakil rakyat, khususnya yang mewakili daerah pemilihan pesisir, diharapkan dapat mendengar dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat tersebut secara menyeluruh.
Harapannya, pembangunan Pulau Maratua ke depan dapat semakin merata, sehingga kemajuan pariwisata tidak hanya terlihat dari meningkatnya kunjungan wisatawan, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat di empat kampung sebagai bagian penting dari masa depan pariwisata Maratua.***














