Meranti (LA) – Dari Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, lantunan ayat suci Al-Qur’an seorang siswa madrasah menggema hingga ke panggung nasional. Ia adalah Rizki Arya Dinata, siswa kelas IX MTs Negeri 1 Kepulauan Meranti yang berhasil menembus babak final Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2026 cabang Tilawah Al-Qur’an Golongan Anak sebagai wakil Provinsi Riau.
Perjalanan Rizki mencapai panggung nasional menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan madrasah di Kepulauan Meranti. Di usianya yang masih belia, ia harus berhadapan dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Jumat, 18 September 2026, menjadi salah satu momen penting bagi Rizki. Dengan penuh keyakinan, ia kembali melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan hakim pada babak final MTQ Nasional 2026.
Pembuktian Proses Belajar dan Ketekunan
Bagi Rizki, tampil di tingkat nasional bukan sekadar tentang mengejar hasil perlombaan. Kesempatan tersebut menjadi pembuktian dari proses belajar, latihan, dan ketekunan yang selama ini dijalaninya.
“Saya bersyukur bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Saya ingin memberikan penampilan terbaik dan terus belajar agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam membaca Al-Qur’an,” ungkap Rizki.
Pengalaman tampil di panggung nasional juga memberikan tantangan tersendiri. Bertemu dengan peserta-peserta terbaik dari berbagai daerah justru semakin memacu Rizki untuk terus mengasah kemampuan dan menjaga kepercayaan dirinya.
“Saya mohon doa dari orang tua, guru, teman-teman, dan masyarakat Riau. Semoga saya bisa tampil dengan baik dan tetap percaya diri,” tuturnya.
Dukungan Keluarga sebagai Fondasi
Rizki merupakan putra dari M. Sartono dan tinggal bersama keluarganya di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Dukungan keluarga menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Rizki hingga mampu mencapai babak final MTQ Nasional.
M. Sartono mengaku bangga sekaligus bersyukur melihat putranya dapat membawa nama Meranti dan Provinsi Riau ke panggung nasional.
“Sebagai orang tua, kami tentu sangat bangga dan bersyukur Rizki bisa sampai ke babak final MTQ Nasional. Bagi kami, ini bukan hanya soal hasil perlombaan, tetapi tentang proses dan perjuangan yang sudah dilaluinya,” ujar M. Sartono.
Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Rizki untuk terus berkembang, baik dalam kemampuan membaca Al-Qur’an maupun dalam menjalani pendidikan dan kehidupannya ke depan.
“Kami selalu mengingatkan Rizki agar tetap rendah hati, jangan cepat puas, dan terus mencintai Al-Qur’an. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal untuk perjalanan Rizki ke depan,” tambahnya.
Berawal dari Ketekunan dan Dukungan Lingkungan
Perjalanan Rizki hingga menembus final MTQ Nasional tentu tidak berlangsung secara instan. Di balik penampilannya di panggung nasional terdapat proses belajar dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan. Dukungan keluarga, guru, madrasah, serta lingkungan sekitar turut menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Ketekunan dalam membaca dan mempelajari Al-Qur’an kemudian tumbuh menjadi keberanian untuk tampil di panggung yang lebih besar. Bagi Rizki, setiap ayat yang dilantunkannya merupakan buah dari proses panjang. MTQ Nasional menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berharga dengan bertemu para peserta terbaik dari berbagai daerah.
Kisah Rizki juga membawa pesan bahwa prestasi tidak selalu berawal dari panggung besar. Prestasi dapat tumbuh dari ruang belajar yang sederhana, kebiasaan membaca Al-Qur’an, latihan yang dilakukan berulang-ulang, serta keberanian untuk terus mencoba.
Dari Kepulauan Meranti, Rizki kini membawa suara Qurani Riau ke panggung nasional. Perjalanannya menjadi gambaran bahwa ketekunan, dukungan keluarga, dan pendidikan madrasah dapat membuka jalan bagi generasi muda untuk berprestasi sekaligus semakin dekat dengan Al-Qur’an. (NM)














