JAKARTA, (LA) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Suahasil menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.
Pelantikan tersebut langsung menjadi perhatian publik dan pelaku ekonomi karena posisi Menteri Keuangan memiliki peran strategis dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menjaga stabilitas fiskal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Sosok Berpengalaman di Bidang Fiskal
Sebelum dipercaya menjadi Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan dikenal memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan ekonomi makro, fiskal, dan pengelolaan keuangan negara.
Pengalamannya dinilai menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah, terutama saat APBN 2026 masih berjalan dan pemerintah mulai mempersiapkan APBN 2027.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai penunjukan Suahasil memberikan sinyal positif bagi pasar karena dapat meminimalkan gejolak selama masa transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
“Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan cenderung positif dan relatif menenangkan dari sisi kesinambungan kebijakan,” ujar Josua.
Tantangan Besar Menanti Menkeu Baru
Meski memiliki pengalaman sebagai Wakil Menteri Keuangan, Suahasil kini menghadapi tanggung jawab yang lebih besar sebagai pengambil keputusan utama dalam kebijakan fiskal nasional.
Salah satu tantangan terdekat adalah memastikan pengelolaan APBN 2026 tetap berjalan secara kredibel, menjaga keseimbangan antara penerimaan negara dan belanja prioritas, serta menghindari lonjakan pengeluaran yang tidak terkendali menjelang akhir tahun anggaran.
Selain itu, Suahasil juga harus mampu menjaga stabilitas fiskal di tengah berbagai kebutuhan pembiayaan program pemerintah yang terus berkembang.
Fokus pada Kualitas Belanja dan Penerimaan Negara
Pengamat ekonomi memperkirakan arah besar kebijakan fiskal pemerintah tidak akan mengalami perubahan drastis di bawah kepemimpinan Suahasil. Namun, pendekatan yang diambil diprediksi akan lebih terukur dengan penekanan pada kualitas belanja negara dan keberlanjutan pembiayaan.
Dalam menghadapi APBN 2027, Suahasil juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap berbagai asumsi ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, nilai tukar rupiah, dan target penerimaan negara.
Berdasarkan Rancangan APBN 2027 yang telah disepakati pemerintah dan DPR, belanja negara direncanakan mencapai Rp4.106,3 triliun, meningkat dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, target defisit tetap dipertahankan pada Rp671,2 triliun atau sekitar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Perluasan Basis Pajak Jadi Kunci
Menurut Josua Pardede, penguatan penerimaan negara sebaiknya dilakukan melalui perluasan basis pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, pembenahan administrasi perpajakan, serta pengurangan kebocoran penerimaan negara.
Strategi tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan kenaikan tarif pajak secara luas yang berpotensi menekan daya beli masyarakat dan aktivitas investasi.
Ia menekankan bahwa langkah awal yang paling penting bagi Menteri Keuangan baru adalah memberikan kepastian kepada pasar dan investor mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah.
DPR Optimistis Suahasil Mampu Jalankan Tugas
Dukungan terhadap penunjukan Suahasil juga datang dari kalangan legislatif. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menilai Presiden Prabowo telah memilih figur yang tepat untuk memimpin Kementerian Keuangan.
Menurutnya, pengalaman panjang Suahasil dalam bidang ekonomi makro, moneter, dan fiskal menjadikannya sosok yang memahami tantangan pengelolaan keuangan negara secara menyeluruh.
“Sosok yang tepat, sosok yang solusi, dan sosok yang diharapkan mampu memperbaiki sistem fiskal serta perekonomian nasional,” ujar Fauzi.
Menjaga Kepercayaan Investor
Pelantikan Suahasil Nazara membawa harapan baru bagi pengelolaan fiskal Indonesia. Namun, para pengamat menilai keberhasilan seorang Menteri Keuangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, melainkan juga keberanian mengambil keputusan yang tepat demi menjaga kesehatan keuangan negara.
Dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, Suahasil diharapkan mampu menjaga disiplin fiskal, meningkatkan efektivitas belanja negara, memperkuat penerimaan, serta mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.














