Berau, Kaltim (L.A) – Organisasi masyarakat adat Batiwakkal, Perisai Borneo Nusantara (PBN), memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus periode 2026–2031. Kegiatan berlangsung di SM Tower, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat, unsur Pemerintah Kabupaten Berau, perwakilan TNI dan Polri, serta sejumlah perwakilan DPRD Kabupaten Berau dan DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Hadir pula Adji Raden M. Bahkrun selaku Sultan Gunung Tabur dan Datu Amir M.A. dari Keraton Sambaliung. Acara turut diikuti para pengurus PBN yang datang dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan peringatan HUT ke-3, tetapi juga pengukuhan jajaran pengurus PBN periode 2026–2031.
Dalam kesempatan tersebut, Surianto dikukuhkan sebagai Ketua PBN untuk periode 2026–2031.
Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Datu Amir M.A. dari Keraton Sambaliung dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kebersamaan.
Selain pengurus PBN, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan Srikandi PBN yang dipimpin oleh Ibu Limri. Kehadiran Srikandi PBN menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi sekaligus wadah keterlibatan perempuan dalam kegiatan organisasi masyarakat adat tersebut.
Rangkaian berikutnya yakni pelantikan Panglima PBN yang dikuasakan kepada Panglima Kijang Kencana dari Samarinda. Pelantikan tersebut turut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi dalam memperkuat jajaran PBN.
Dalam kesempatan tersebut, Datu Amir M.A. menyampaikan pesan kepada seluruh jajaran pengurus agar senantiasa menjaga komunikasi, kebersamaan dan persatuan dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, Kabupaten Berau merupakan daerah yang memiliki keberagaman adat dan budaya di tanah Batiwakkal. Karena itu, nilai-nilai adat dan budaya perlu terus dijaga serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah adat dan budaya di tanah Kalimantan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, Ketua PBN Surianto berharap organisasi yang dipimpinnya dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga Ormas PBN bisa berkembang di seluruh Nusantara. Terutama di wilayah Kalimantan Timur sendiri, PBN harus lebih kokoh dan lebih bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya,” harap Surianto.
Menurutnya, momentum HUT ke-3 dan pengukuhan kepengurusan baru menjadi langkah penting untuk memperkuat kebersamaan serta konsolidasi organisasi di berbagai wilayah.
Peringatan HUT ke-3 PBN juga menjadi ajang silaturahmi keluarga besar organisasi. Para pengurus dari 13 kecamatan dapat berkumpul bersama tokoh adat, tokoh masyarakat serta sejumlah unsur daerah dalam suasana kebersamaan.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan adanya pembagian doorprize berupa berbagai hadiah kepada peserta dan undangan. Rangkaian tersebut mendapat antusiasme dari para peserta hingga acara berlangsung penuh keakraban.
Peringatan HUT ke-3 yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus PBN periode 2026–2031, pelantikan Srikandi PBN dan Panglima PBN tersebut berlangsung sukses.
Momentum ini diharapkan menjadi awal penguatan organisasi PBN untuk terus menjaga nilai-nilai adat dan budaya Batiwakkal, mempererat persatuan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur dan wilayah Nusantara.***














