Berita

Progres Pembahasan Pembukaan Rute Spied Sadewa Tanjung Redeb–Maratua–Derawan Mendapat Penolakan Dari Asosiasi Speedboat Lokal

Avatar
133
×

Progres Pembahasan Pembukaan Rute Spied Sadewa Tanjung Redeb–Maratua–Derawan Mendapat Penolakan Dari Asosiasi Speedboat Lokal

Sebarkan artikel ini

Berau , Kaltim (L.A) — Rencana sosialisasi PT Sadewa terkait pembukaan rute Speedboat Tanjung Redeb–Maratua–Derawan mendapat penolakan dari Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan, Jumat (18/9/2026).

Penolakan tersebut disampaikan setelah beredarnya surat rencana sosialisasi PT Sadewa yang dijadwalkan berlangsung di Pulau Maratua, Sabtu (19/9/2026). Rencana pembukaan rute tersebut disebut salah satunya berkaitan dengan upaya mendukung peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Berau.

Sebelum kegiatan sosialisasi berlangsung, Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan telah menyampaikan keberatan sebagai aspirasi pelaku usaha transportasi di Maratua dan Derawan.

Asosiasi meminta rencana tersebut mempertimbangkan secara bijak sebab yang selama merekalah yang di awal menjalankan usaha transportasi serta penggagas Tranportasi lokal di sektor pariwisata maratua.

Menurut asosiasi,Sebagian pelaku usaha transportasi lokal  merupakan nelayan Maratua . Seiring berkembangnya pariwisata, profesi tersebut kemudian berkembang ke sektor transportasi wisata untuk melayani kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Peralihan tersebut dinilai turut membuka ruang ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan pariwisata Maratua dan Derawan yang hingga saat ini berkembang pesat.

“Dulu kami nelayan Maratua. Ketika pariwisata mulai berkembang, kami beralih ke usaha transportasi dan ikut mengembangkan pariwisata Maratua,” ujar salah seorang motoris.

Pelaku usaha transportasi juga menyebut selama menjalankan kegiatan usaha telah memberikan kontribusi kepada daerah melalui retribusi dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak.

Asosiasi menilai, apabila ruang usaha transportasi di Maratua dan Derawan semakin di persempit, dampaknya dapat dirasakan pemilik armada, motoris, serta keluarga yang menggantungkan pendapatan dari sektor tersebut.

Asosiasi juga menyebut keberadaan Speedboat Sadewa sebelumnya pernah mendapat penolakan dari masyarakat sekitar 2020. Sementara pada 2026, Sadewa disebut telah resmi melayani rute Tanjung Redeb–Tarakan.

Untuk rute Tanjung Redeb–Tarakan yang telah berjalan, asosiasi tidak menjadikannya sebagai persoalan utama. Keberatan lebih diarahkan pada rencana pembukaan rute Sadewa menuju Maratua dan Derawan.

Asosiasi berharap Pemerintah Kabupaten Berau mempertimbangkan keberlangsungan usaha transportasi yang selama ini dijalankan masyarakat di Maratua dan Derawan.

Peningkatan pelayanan transportasi dan pendapatan daerah diharapkan tetap dapat berjalan, namun tidak dengan mempersempit ruang usaha masyarakat yang telah menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Maratua dan Derawan.

Asosiasi juga berharap kebijakan pemerintah agar lebih pro ke masyarakat lokal sebagai penggerak sektor ekonomi pariwisata di Maratua dan Derawan seiring dengan kemajuan pariwisata kedepannya ***

Tinggalkan Balasan