Berau,Kaltim(L.A) — Rencana sosialisasi PT Sadewa terkait pembukaan rute Speedboat Tanjung Redeb–Maratua–Derawan mendapat penolakan keras dari Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan.jumat(18/09/26)
Penolakan tersebut muncul setelah beredarnya surat mengenai rencana sosialisasi PT Sadewa yang dijadwalkan berlangsung di Pulau Maratua pada Sabtu, 19 September 2026. Rencana tersebut disebut berkaitan dengan sosialisasi pembukaan rute Sadewa yang salah satu tujuannya untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah Kabupaten Berau yang bersumber dari dinas terkait.
Sebelum kegiatan sosialisasi berlangsung, Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan telah menyampaikan keberatan dengan menghubungi media ini untuk menyuarakan aspirasi pelaku usaha transportasi laut lokal yang tergabung dalam asosiasi spiedboat Maratua-Derawan
Asosiasi spiedboat lokal menilai rencana pembukaan rute tersebut perlu mempertimbangkan keberadaan pemilik speedboat dan motoris lokal yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas transportasi laut yang sejak awal telah melayani rute Maratua dan Derawan.
Salah seorang motoris speedboat mengatakan,jika berbicara untuk pendapatan daerah,pelaku usaha lokal selama ini juga memberikan kontribusi kepada daerah melalui pembayaran retribusi dan pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami selama ini juga memberikan retribusi dan pajak kepada daerah. Kami warga lokal sebagai perintis berkembangnya pariwisata Maratua dan Derawan,” ujarnya.
Menurutnya, usaha speedboat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga,pendidikan anak dan kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, apabila ruang usaha transportasi laut masyarakat lokal semakin terbatas, mereka khawatir dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik armada, tetapi juga motoris dan keluarga yang selama ini bergantung pada pendapatan dari sektor tersebut.
Asosiasi menyebut rencana keberadaan Speedboat Sadewa sebelumnya juga pernah mendapat penolakan dari masyarakat sekitar tahun 2020. Sementara pada 2026 Spied Sadewa disebut telah membuka rute Tanjung Redeb–Tarakan dan rute itu mereka tidak persoalkan
Bagi asosiasi, persoalan yang menjadi perhatian adalah keberlangsungan ruang ekonomi masyarakat lokal yang selama ini menjalankan usaha transportasi laut di kawasan Maratua dan Derawan.
Walau alasan rencana pembukaan rute tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Berau. Namun, asosiasi meminta agar tujuan tersebut tetap mempertimbangkan keberadaan pelaku usaha transportasi laut lokal yang selama ini merintis dan telah membantu pemerintah di sektor wisata serta memberikan kontribusi kepada daerah melalui retribusi dan pajak.
Mereka berharap agar pemerintah dalam menetapkan setiap kebijakan dapat mempertimbangkan kondisi dan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.
Setiap progres kebijakan diharapkan disusun secara bijaksana, terukur dan berkeadilan, sehingga upaya meningkatkan pendapatan daerah tidak justru mempersempit ruang ekonomi masyarakat yang selama ini telah menjadi bagian dari perkembangan pariwisata Maratua dan Derawan.
Mereka juga meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Berau senantiasa memperhatikan para penggerak ekonomi masyarakat lokal serta tetap membuka ruang usaha bagi masyarakat pesisir, khususnya di Maratua dan Derawan.
Kebijakan yang diambil diharapkan tidak mempersempit ruang ekonomi masyarakat lokal, melainkan memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk tetap tumbuh dan berkembang seiring kemajuan pariwisata daerah.***














