Berau,Kaltim(L.A) — Wacana Pemerintah Kabupaten Berau membuka trayek PT Sadewa Gemilang untuk melayani rute Tanjung Redeb–Maratua–Derawan mendapat beragam tanggapan dari masyarakat, pelaku transportasi lokal, pelaku usaha pariwisata hingga wisatawan.
Wacana tersebut mencuat setelah beredarnya surat Pemerintah Kabupaten Berau melalui instansi Badan Pendapatan Daerah(Bapenda) mengenai agenda sosialisasi dan pemaparan rencana trayek PT Sadewa Gemilang.
Rencana tersebut menjadi perhatian karena jalur Tanjung Redeb–Maratua–Derawan selama ini telah dilayani oleh armada speedboat masyarakat lokal yang menjadi bagian dari aktivitas transportasi dan pariwisata di kawasan tersebut.
Pengurus Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan, Budi, menyampaikan bahwa asosiasi menolak rencana masuknya PT Sadewa Gemilang pada rute tersebut.
Menurut Budi, keberadaan armada lokal tidak dapat dilepaskan dari aktivitas transportasi wisata yang selama ini berkembang di Maratua dan Derawan.
“Kami dari asosiasi menolak rencana masuknya Sadewa pada rute Tanjung Redeb–Maratua–Derawan. Rute ini selama ini sudah menjadi ruang usaha masyarakat lokal,” ujar Budi.
Sementara itu, Ketua BUMDes/BUMK Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, Wira, meminta pemerintah daerah melihat persoalan tersebut dari perjalanan masyarakat lokal dalam membangun transportasi dan pariwisata di Maratua.
Menurut Wira, sebagian motoris yang saat ini menjalankan transportasi wisata sebelumnya merupakan nelayan. Mereka kemudian beralih dan ikut membangun konektivitas transportasi seiring berkembangnya pariwisata.
“Mereka ini dulunya banyak yang nelayan. Dari awal mereka ikut merintis dan mengawal pariwisata melalui armada transportasi, dari Tanjung Redeb ke Maratua dan seterusnya. Jadi, mereka bukan baru muncul ketika pariwisata sudah berkembang,” kata Wira.
Ia menilai ruang ekonomi yang selama ini dibangun masyarakat lokal perlu tetap diperhatikan dalam setiap kebijakan baru mengenai transportasi wisata.
“Ruang yang selama ini sudah dibangun masyarakat jangan sampai diambil begitu saja. Pemerintah tentu bisa melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan, tetapi ruang bagi masyarakat lokal yang sejak awal ikut membangun pariwisata juga harus tetap diperhatikan,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah pelaku usaha dan pegiat wisata menilai peningkatan kualitas transportasi tetap diperlukan seiring bertambahnya aktivitas wisata di Maratua dan Derawan.
Aspek yang menjadi perhatian antara lain kondisi armada, kesiapan mesin, keselamatan perjalanan, ketepatan waktu serta pelayanan kepada penumpang.
Pandangan tersebut tidak serta-merta menunjukkan dukungan terhadap masuknya operator baru. Sejumlah pihak lebih menekankan agar seluruh pelaku transportasi yang melayani wisatawan dapat meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan.
Bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, transportasi menjadi salah satu bagian dari perjalanan menuju destinasi. Karena itu, kualitas pelayanan armada juga dinilai turut memengaruhi pengalaman wisatawan selama melakukan perjalanan menuju Maratua dan Derawan.
Selain persoalan pelayanan, kondisi pasar transportasi juga menjadi perhatian dalam pembahasan rencana trayek tersebut.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak yang berkecimpung dalam transportasi lokal, jumlah wisatawan yang berangkat dari Tanjung Redeb menuju Maratua dan Derawan melalui Dermaga Sanggam disebut berada pada kisaran 60 hingga 80 orang per hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan apabila terdapat tambahan operator pada rute yang sama.
Bagi pelaku transportasi lokal, jumlah penumpang berkaitan langsung dengan pendapatan dan keberlangsungan usaha yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Sementara bagi pemerintah daerah, peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan wisata juga menjadi bagian dari kebutuhan pengembangan pariwisata.
Karena itu, pembahasan rencana trayek Sadewa tidak hanya berkaitan dengan penambahan armada, tetapi juga menyangkut kondisi armada yang telah beroperasi, kebutuhan wisatawan, keselamatan perjalanan, jumlah penumpang serta keberlangsungan usaha masyarakat lokal.
Maratua dan Derawan merupakan kawasan wisata kepulauan yang sangat bergantung pada konektivitas transportasi laut. Peningkatan kualitas pelayanan menjadi kebutuhan, namun keberadaan pelaku lokal yang selama ini menjalankan transportasi menuju kawasan tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperhatikan seluruh aspek tersebut dalam pembahasan kebijakan trayek, sehingga peningkatan pelayanan transportasi dapat berjalan seiring dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat lokal.
Awak media ini selanjutnya akan meminta keterangan dari Pemerintah Kabupaten Berau, PT Sadewa Gemilang, pemerintah kampung, pelaku usaha wisata, masyarakat serta pihak terkait lainnya untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai rencana pembukaan trayek tersebut.
Redaksi membuka ruang dan hak jawab bagi PT Sadewa Gemilang, Instansi terkait , Asosiasi Speedboat Maratua dan Derawan, pelaku usaha transportasi lokal, pemerintah kampung, pelaku usaha pariwisata, masyarakat maupun pihak terkait lainnya.***














