Wisata

Pelaku Wisata Dorong Pengadaan Bus Pariwisata untuk Mendukung Mobilitas Wisatawan

Avatar
0
×

Pelaku Wisata Dorong Pengadaan Bus Pariwisata untuk Mendukung Mobilitas Wisatawan

Sebarkan artikel ini

Pelaku Wisata Dorong Pengadaan Bus Pariwisata untuk Mendukung Mobilitas Wisatawan

Berau,Kaltim(L.A) – Sejumlah pelaku wisata di Maratua dan Derawan mendorong peningkatan layanan transportasi darat untuk mendukung kemajuan sektor pariwisata Kabupaten Berau.Sabtu(30/05/26)

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah pengadaan armada bus pariwisata yang melayani rute Bandara Kalimarau, Tanjung Redeb (Sanggam), hingga Tanjung Batu sebagai pintu masuk menuju kawasan wisata kepulauan.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan pelaku wisata dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau beberapa waktu lalu. Menurut pelaku usaha, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Berau.

Saat ini, wisatawan yang tiba di Bandara Kalimarau umumnya harus menggunakan kendaraan sewaan atau mobil carter untuk melanjutkan perjalanan menuju Dermaga Sanggam maupun Dermaga Sidayang di Tanjung Batu sebelum menyeberang ke destinasi wisata unggulan seperti Maratua, Derawan, Kakaban, dan Sangalaki.

Kondisi ini dinilai cukup membebani wisatawan karena biaya transportasi yang relatif tinggi, terutama bagi wisatawan yang datang dalam jumlah rombongan. Selain itu, wisatawan juga harus mengatur sendiri jadwal perjalanan darat dan laut agar dapat mencapai tujuan tepat waktu.

Beberapa pelaku wisata menyebut bahwa kendala transportasi tidak hanya terjadi di jalur menuju kawasan pesisir, tetapi juga dirasakan di Pulau Maratua.

Sebagai salah satu destinasi wisata internasional yang terus berkembang, ketersediaan transportasi darat di Maratua dinilai masih sangat terbatas.

Saat momen libur panjang maupun musim kunjungan wisatawan yang tinggi, wisatawan domestik dan mancanegara kerap harus mengantre untuk mendapatkan kendaraan menuju berbagai objek wisata.

Kondisi tersebut terjadi karena jumlah armada yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan kunjungan wisata.
Wisatawan yang menginap di resort, homestay, maupun penginapan masyarakat sering kali membutuhkan kendaraan untuk menuju sejumlah destinasi favorit yang lokasinya cukup berjauhan, seperti kawasan danau, goa, pantai, maupun objek wisata alam lainnya yang tersebar di beberapa kampung di Pulau Maratua.

Menurut para pelaku wisata, keberadaan bus pariwisata dengan jadwal yang terintegrasi dengan kedatangan dan keberangkatan pesawat dapat menjadi solusi yang efektif. Selain menekan biaya perjalanan, armada tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk penjemputan tamu hotel, resort, serta wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan menuju kawasan pesisir.

“Bus pariwisata akan lebih efisien dan memberikan manfaat besar bagi wisatawan maupun pelaku usaha. Wisatawan memiliki kepastian transportasi sejak tiba di bandara hingga menuju pelabuhan keberangkatan ke pulau-pulau wisata,” ungkap salah satu pelaku wisata dalam forum tersebut.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau menyampaikan bahwa usulan yang disampaikan pelaku wisata akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan pariwisata.

“Aspirasi ini akan kami pertimbangkan,” ujar Kepala Dinas Disbudpar Berau saat berdialog dengan pelaku wisata.

Pelaku usaha berharap peningkatan layanan transportasi dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan pariwisata Berau ke depan. Mereka menilai kemajuan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga oleh kemudahan akses, kenyamanan perjalanan, dan keterhubungan antar moda transportasi.

Dengan dukungan transportasi yang memadai, kawasan wisata unggulan Berau diharapkan semakin mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisata serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

Kehadiran armada bus pariwisata dan penguatan transportasi di kawasan wisata seperti Maratua juga dinilai dapat menjadi langkah penting menuju standar pelayanan destinasi wisata yang maju dan berdaya saing.***

Tinggalkan Balasan