Wisata

Forum Komunikasi Pegiat Wisata Maratua Soroti Chamber Hyperbaric dan Infrastruktur Pendukung Pariwisata

Avatar
5
×

Forum Komunikasi Pegiat Wisata Maratua Soroti Chamber Hyperbaric dan Infrastruktur Pendukung Pariwisata

Sebarkan artikel ini

Berau (L.A) – Forum Komunikasi Pegiat Wisata Maratua (FKPWM) kembali menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi kemajuan sektor pariwisata di Pulau Maratua. Berbagai aspirasi tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dihadiri pelaku wisata, guide lokal, serta masyarakat Maratua.pada pertemuan beberapa waktu lalu.

Sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Berau, Maratua dinilai masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan layanan yang memadai guna menunjang kenyamanan wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dalam forum tersebut, peserta membahas sejumlah isu strategis, mulai dari fasilitas kesehatan, jaringan telekomunikasi, pengelolaan sampah, transportasi wisata, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Salah satu poin yang mendapat perhatian khusus adalah keberadaan chamber hyperbaric yang dinilai memiliki peran penting bagi kawasan wisata selam seperti Maratua dan Derawan.

Selain berfungsi untuk penanganan kondisi darurat akibat aktivitas penyelaman, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana terapi kesehatan bagi masyarakat.

Salah seorang guide wisata yang hadir dalam pertemuan mengatakan bahwa chamber hyperbaric tidak seharusnya dipandang hanya sebagai fasilitas bagi penyelam atau pemandu wisata.

“Chamber hyperbaric bukan hanya untuk guide atau penyelam, tetapi juga bisa dimanfaatkan masyarakat sebagai fasilitas terapi kesehatan. Karena itu keberadaannya sangat penting bagi wilayah kepulauan seperti Maratua,” ujarnya.

Menurutnya, apabila fasilitas tersebut ditempatkan di Tanjung Batu, maka perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait efektivitas dan kemudahan akses bagi masyarakat maupun pelaku wisata yang membutuhkan layanan tersebut.

“Ratusan guide wisata berada di Maratua dan aktivitas penyelaman juga banyak dilakukan di sini. Harapannya chamber hyperbaric dapat ditempatkan di Maratua karena lebih dekat dan lebih dibutuhkan,” tambahnya.

Selain persoalan chamber hyperbaric, forum juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas jaringan internet dan telekomunikasi, penanganan sampah yang lebih optimal, ketersediaan sarana transportasi wisata, pembangunan toilet umum yang layak di kawasan Kasai, serta perhatian terhadap kondisi Jembatan Lawang-Lawang yang menjadi salah satu ikon wisata dan lokasi favorit pengunjung.

Sebagai tindak lanjut dari berbagai aspirasi tersebut, FKPWM telah menyampaikan surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepada DPRD Kabupaten Berau. Menindaklanjuti surat tersebut, DPRD Berau sempat menjadwalkan pertemuan pada 8 Juni 2026 guna membuka ruang dialog bagi para pelaku wisata untuk menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi secara langsung.

Namun, berdasarkan informasi dari dari para guide Maratua padatnya aktivitas wisata yang tengah berlangsung pada bulan Juni terutama tingginya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, membuat sebagian besar guide wisata dan pelaku usaha pariwisata kesulitan menghadiri agenda tersebut.

Karena itu, pelaksanaan RDP untuk sementara ditunda agar dapat berlangsung lebih efektif dan dihadiri secara maksimal oleh seluruh unsur pegiat wisata.

Berdasarkan informasi yang diterima FKPWM dari Sekretariat DPRD Berau, bahwa DPRD tetap membuka ruang komunikasi dan memberikan kesempatan kepada para pegiat wisata untuk menentukan waktu yang dianggap paling tepat guna melaksanakan pertemuan tersebut.

Dengan demikian, agenda RDP nantinya diharapkan dapat dihadiri oleh seluruh perwakilan pelaku wisata sehingga pembahasan berbagai persoalan yang disampaikan dapat berlangsung lebih komprehensif.

Selain itu,beberapa waktu lalu kadis Disbudpar bersama jajarannya juga telah melakukan kunjungan ke Maratua untuk menyerap aspirasi dari pelaku wisata dan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan dan kebutuhan yang disampaikan telah menjadi catatan dinas terkait untuk dikaji lebih lanjut sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan program pengembangan pariwisata.

Melalui forum komunikasi ini, para pegiat wisata berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah dan DPRD tidak berhenti pada tahap pembahasan semata, melainkan dapat diwujudkan dalam langkah nyata.

Pegiat wisata menilai peningkatan fasilitas, infrastruktur, dan pelayanan merupakan kebutuhan mendasar untuk menjaga daya saing Maratua sebagai destinasi wisata kelas dunia yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal.***

Liputan : Teguh

Tinggalkan Balasan