SIAK (LA) – Wakil Bupati Siak Syamsurizal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memenuhi hak-hak anak sebagai fondasi utama dalam menyiapkan masa depan bangsa. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, ia juga menyerukan penguatan kebersamaan agar kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Ajakan tersebut disampaikan Syamsurizal saat memimpin Apel Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau sekaligus Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42. Acara berlangsung di Lapangan Upacara Kecamatan Siak pada Minggu (9/8/2026).
Hak Anak Bukan Sekadar Seremonial
Dalam amanatnya, Syamsurizal menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum itu harus dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak dasar anak, yaitu hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta hak memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
“Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya. Karena itu, pemenuhan hak dan perlindungan anak menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga anak-anak itu sendiri,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Syamsurizal menekankan bahwa perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama.
Semangat tersebut terus diperkuat melalui gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN) yang mengajak seluruh elemen bangsa menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan melindungi anak. Dengan demikian, setiap anak dapat tumbuh dengan bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya.
“Investasi terbaik bangsa ini bukan semata-mata pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” kata Wabup Syamsurizal.
Hadapi Tantangan Daerah dengan Kebersamaan
Selain menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, Syamsurizal menyampaikan bahwa peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.
Menurutnya, kondisi fiskal yang sedang dihadapi tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
“Kebutuhan masyarakat yang paling mendesak harus didahulukan, pelayanan dasar tetap dijaga, perkuat pendapatan daerah tanpa menambah beban masyarakat, perkuat penggunaan data, tutup ruang kebocoran, jaga pelayanan publik, buka kesempatan kerja, gerakkan perekonomian, dan lanjutkan pembangunan,” jelasnya.
Syamsurizal juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar. Namun, ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Riau, semua pihak harus memiliki tujuan yang sama.
“Kita boleh memiliki pandangan yang berbeda, tetapi ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan Riau, tujuan kita harus tetap sama. Riau harus tetap aman dan rukun. Pembangunan harus terus bergerak dan hasilnya harus dirasakan secara lebih adil oleh seluruh masyarakat,” lanjutnya. (NM)














