Budaya

Serai Serumpun Riau Bawa Zapin Melayu ke Malaysia, Perkuat Diplomasi Budaya Serumpun

0
×

Serai Serumpun Riau Bawa Zapin Melayu ke Malaysia, Perkuat Diplomasi Budaya Serumpun

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, (LA) – Komunitas Serai Serumpun Riau kembali mengharumkan nama daerah melalui misi budaya di tingkat internasional. Delegasi seni asal Pekanbaru tersebut tampil dalam Festival Dongeng Purbakala yang berlangsung di Selangor, Malaysia, pada 28–29 Agustus 2026.

Partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan budaya antara masyarakat Melayu di kawasan Asia Tenggara. Keikutsertaan Serai Serumpun Riau difasilitasi melalui program Dana Indonesia Raya–Dana Interaksi Budaya, yang bertujuan mendorong pertukaran budaya dan mempererat hubungan antarbangsa serumpun.

Zapin Melayu Memikat Pengunjung Festival

Dalam penampilannya, delegasi Serai Serumpun Riau membawakan pertunjukan Zapin Melayu yang memadukan musik gambus, marwas, vokal, serta gerak tari tradisional Melayu.

Perpaduan irama yang harmonis dan koreografi yang energik berhasil menarik perhatian para pengunjung festival. Penampilan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Riau kepada masyarakat internasional.

Ketua Delegasi Serai Serumpun Riau, Syed M. Syukri, mengatakan bahwa keikutsertaan mereka bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga membawa misi memperkenalkan identitas budaya Melayu yang tetap hidup dan berkembang hingga saat ini.

“Penampilan ini menjadi salah satu bentuk diplomasi budaya yang menunjukkan bahwa tradisi Melayu Riau memiliki akar budaya yang kuat dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.

Diperkuat Sembilan Seniman Riau

Delegasi Serai Serumpun Riau terdiri dari sembilan anggota yang memiliki peran berbeda dalam pertunjukan.

Tim tersebut dipimpin oleh Syed M. Syukri sebagai ketua delegasi, didampingi M. Aryan Maulana sebagai bendahara sekaligus vokalis, Ridho Fatwandi sebagai pemain gambus, Lina Sinuhaji dan Nadra Eka sebagai penari Zapin, serta empat penabuh marwas yakni Salim, Pauzul, Riyan Darmawan, dan Sulaiman.

Kolaborasi seluruh anggota menghasilkan pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya dan sejarah Melayu.

Membawa Nama Senapelan ke Negeri Jiran

Salah satu anggota delegasi, Riyan Darmawan, mengaku bangga mendapat kesempatan tampil di Malaysia sekaligus memperkenalkan seni dan budaya Melayu yang selama ini ia tekuni.

Sebagai generasi muda yang aktif melestarikan seni marwas, kompang, dan busana tradisional Melayu, Riyan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas jaringan dan bertukar pengalaman dengan para pegiat budaya di Negeri Jiran.

Menurutnya, pengalaman tampil di luar negeri menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan warisan budaya Melayu agar tetap dikenal generasi masa depan.

Mendorong Regenerasi Pelaku Seni Budaya

Selain menjadi ajang pertunjukan, perjalanan budaya ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan kapasitas anggota komunitas.

Serai Serumpun Riau berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman internasional, membangun jejaring budaya, serta memperluas wawasan mengenai pelestarian seni tradisional.

Melalui interaksi dengan komunitas budaya di Malaysia, para anggota mendapatkan kesempatan berdiskusi, bertukar ide, dan memperkaya pemahaman tentang perkembangan budaya Melayu di berbagai wilayah.

Menjaga Marwah Melayu di Era Modern

Keikutsertaan Serai Serumpun Riau di Festival Dongeng Purbakala menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat modern.

Melalui musik, tari, dan dialog budaya, para seniman berhasil membangun jembatan persaudaraan antara masyarakat Riau dan Malaysia yang memiliki akar budaya yang sama.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya Melayu sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus globalisasi.

Tinggalkan Balasan