Maratua, Berau, Kaltim (L.A.) — Forum Komunikasi Pegiat Wisata Maratua (FKPWM) mendorong penguatan sistem keamanan, pengawasan, informasi, dan kenyamanan wisatawan di Pulau Maratua.
Penguatan tersebut dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari manajemen akomodasi, pos jaga, pusat informasi dan monitoring wisatawan, pengawasan pergerakan wisatawan, pemasangan CCTV, penataan informasi jalan dan akses kawasan, pengorganisasian guide, hingga keselamatan perjalanan laut.
Meningkatnya aktivitas kunjungan wisatawan perlu diimbangi dengan manajemen dan pengelolaan yang semakin tertata. Keamanan dan kenyamanan wisatawan membutuhkan keterlibatan seluruh pelaku wisata serta koordinasi yang baik antara pengelola akomodasi, guide, pengelola destinasi, pelaku transportasi, masyarakat, dan unsur terkait.
1. Penguatan Manajemen Akomodasi Wisata :Manajemen dan pengelolaan akomodasi wisata perlu diperkuat pada seluruh tempat menginap yang digunakan wisatawan, baik resort, penginapan, homestay maupun guest house.
Setiap pengelola perlu memiliki sistem pendataan dan monitoring tamu yang tertata agar keberadaan wisatawan selama berada di Pulau Maratua dapat diketahui dengan lebih baik.
Penguatan manajemen juga mencakup komunikasi dan koordinasi dengan guide serta pihak terkait ketika wisatawan melakukan aktivitas di luar tempat menginap.
2. Penguatan Pos Jaga di Area Akomodasi :Keberadaan pos jaga di area resor maupun akomodasi wisata lainnya perlu diperkuat dan dioptimalkan sebagai bagian dari sistem pemantauan.
Pos jaga dapat berfungsi sebagai titik pemantauan keluar-masuk tamu serta mendukung koordinasi apabila terdapat kondisi yang membutuhkan perhatian.
Fungsi pos jaga perlu didukung dengan manajemen yang baik sehingga mampu meningkatkan kesigapan dalam memantau aktivitas wisatawan.
3. Pos Informasi dan Monitoring di Sentral UMKM atau Area Dermaga Kampung Teluk Harapan :
Keberadaan pos informasi dan monitoring di kawasan Sentral UMKM atau area Dermaga Kampung Teluk Harapan perlu dipertimbangkan sebagai salah satu bagian penting dalam sistem pelayanan, informasi, dan pengawasan wisatawan di Pulau Maratua.
Pos tersebut dapat berfungsi sebagai pusat informasi bagi wisatawan sekaligus menjadi titik monitoring terhadap aktivitas dan pergerakan wisatawan di kawasan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata.
Fungsi pos informasi dan monitoring dapat mencakup pemberian informasi mengenai destinasi, arah perjalanan, transportasi, kondisi cuaca, serta informasi keselamatan yang dibutuhkan wisatawan.
Selain itu, keberadaannya dapat mendukung pemantauan aktivitas wisatawan serta menjadi titik koordinasi apabila terdapat kondisi yang membutuhkan bantuan atau penanganan.
Pos informasi dan monitoring juga diharapkan dapat terhubung dengan pihak manajemen akomodasi, guide, pengelola destinasi, pelaku transportasi laut, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
4. Manajemen Lebih Sigap terhadap Keluar-Masuk Wisatawan:
Pihak manajemen resor serta pengelola penginapan, homestay dan guest house perlu lebih sigap dalam memantau aktivitas keluar-masuk wisatawan.
Monitoring tidak hanya dilakukan ketika tamu berada di tempat menginap, tetapi juga ketika wisatawan meninggalkan akomodasi untuk melakukan aktivitas wisata.
Pergerakan wisatawan yang menuju destinasi darat maupun destinasi laut perlu menjadi bagian dari sistem monitoring dan koordinasi.
Informasi mengenai tujuan dan aktivitas wisatawan akan membantu pihak manajemen dan pengelola akomodasi melakukan langkah yang tepat apabila terdapat kondisi yang membutuhkan penanganan.
5. Pemasangan CCTV di Simpang Empat dan Titik Strategis :
Pemasangan kamera pengawas atau CCTV perlu dipertimbangkan pada simpang empat, kawasan sentral, serta sejumlah titik strategis yang memiliki aktivitas masyarakat dan pergerakan wisatawan cukup tinggi.
CCTV dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan kawasan untuk membantu mengetahui kondisi lalu lintas orang maupun kendaraan, mendukung pengawasan terhadap aktivitas wisatawan, serta membantu proses koordinasi apabila terjadi keadaan yang membutuhkan perhatian.
Penempatan CCTV dapat diarahkan pada titik-titik yang memiliki nilai strategis dalam mendukung keamanan dan pemantauan kawasan. Sistem tersebut diharapkan dapat terintegrasi dengan mekanisme monitoring yang sudah ada sehingga pengawasan tidak hanya bersifat langsung melalui petugas, tetapi juga didukung teknologi pemantauan.
6. Papan Informasi dan Plang Petunjuk Arah Jalan :Ketersediaan papan informasi dan plang petunjuk arah perlu diperkuat pada jalan poros, persimpangan, jalan kampung, serta jalur yang mengarah ke kawasan hutan atau destinasi tertentu.
Informasi jalan perlu dibuat jelas dan mudah dipahami wisatawan, termasuk keterangan mengenai arah, nama lokasi, jarak, akses menuju destinasi, serta kondisi jalur apabila diperlukan.
Papan informasi juga penting ditempatkan pada jalan kampung yang tidak memiliki akses tembus ke jalan poros atau merupakan jalan buntu.
Keterangan tersebut dapat membantu wisatawan mengetahui kondisi akses sejak awal sehingga tidak salah memasuki jalur yang tidak memiliki akses keluar atau berpotensi menyulitkan pergerakan.
Penataan informasi jalan diharapkan dapat membantu wisatawan maupun pengunjung mengenali karakter setiap jalur yang dilalui sekaligus mendukung kelancaran mobilitas, keselamatan, dan kemudahan menemukan lokasi tujuan.
7. Guide Darat dan Guide Laut Lebih Terorganisir :
FKPWM mendorong agar guide darat dan guide laut lebih terorganisir sehingga pendampingan wisatawan dapat berjalan secara profesional dan terkoordinasi.
Guide darat perlu memiliki koordinasi yang jelas dalam mendampingi wisatawan menuju berbagai destinasi di wilayah daratan. Sementara guide laut perlu memiliki sistem koordinasi terkait rute, kondisi cuaca, perjalanan, serta aktivitas wisatawan di wilayah perairan.
Pengorganisasian guide juga diperlukan untuk memperlancar komunikasi antara guide, pengelola akomodasi, pengelola destinasi, dan pihak terkait lainnya.
8. Monitoring Aktivitas Wisatawan di Destinasi Darat dan Laut :
Monitoring terhadap wisatawan perlu tetap diperhatikan ketika mereka telah meninggalkan tempat menginap dan melakukan aktivitas di destinasi wisata.
Wisatawan yang menuju destinasi darat maupun laut perlu memperoleh informasi dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi lokasi yang dikunjungi.
Koordinasi antara pengelola akomodasi, guide, pengelola destinasi dan pelaku transportasi perlu diperkuat untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan wisatawan selama melakukan aktivitas.
9. Pengecekan Kelayakan Armada Laut :
Keselamatan transportasi laut merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan wisata di Pulau Maratua.
Armada yang digunakan wisatawan, baik speed reguler maupun speed non-reguler, perlu diperiksa kelayakan dan kesiapan operasionalnya secara berkala.
Pemeriksaan perlu mencakup kondisi armada, mesin, perlengkapan keselamatan, kapasitas penumpang, serta kesiapan menghadapi perubahan kondisi cuaca dan perairan Maratua.
10. Penguatan Edukasi dan Informasi kepada Wisatawan :
Wisatawan perlu memperoleh edukasi dan informasi yang jelas sebelum melakukan aktivitas wisata, baik di daratan maupun di perairan.
Informasi tersebut dapat mencakup kondisi destinasi, jalur perjalanan, batas area kunjungan, kondisi cuaca, aspek keselamatan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama melakukan aktivitas wisata.
Pengelola akomodasi bersama guide darat dan guide laut memiliki peran penting dalam memberikan informasi tersebut kepada wisatawan.
FKPWM menilai kesepuluh aspek tersebut harus berjalan secara terintegrasi. Penguatan manajemen akomodasi, pos jaga, pos informasi dan monitoring di Sentral UMKM atau area Dermaga Kampung Teluk Harapan, monitoring keluar-masuk wisatawan, pemasangan CCTV di titik strategis, penyediaan papan informasi dan plang petunjuk arah, pengorganisasian guide darat dan laut, pemantauan aktivitas di destinasi, pengecekan kelayakan armada, serta edukasi wisatawan merupakan bagian yang saling berkaitan.
Penguatan tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi aktivitas wisatawan, melainkan sebagai langkah pencegahan sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan wisatawan.
FKPWM berharap seluruh pelaku wisata dapat memperkuat manajemen dan koordinasi sesuai dengan peran masing-masing.
Dengan pengelolaan yang lebih tertata, sistem informasi dan monitoring yang lebih sigap, dukungan teknologi pengawasan, kejelasan informasi akses jalan, serta koordinasi yang lebih baik antara akomodasi, guide, pengelola destinasi, pelaku transportasi, masyarakat, dan unsur terkait, aktivitas wisata di Pulau Maratua dapat berlangsung secara aman, tertib, dan nyaman.
Penguatan sepuluh aspek tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan dan perhatian bersama terhadap Pulau Maratua sebagai salah satu destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.***









