Maratua,Kab. Berau— Kondisi satu tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kampung Teluk Harapan, Pulau Maratua menjadi sorotan masyarakat dan pengguna jalan.Sabtu(25/07/26)
Tiang PJU tersebut diketahui roboh dan hingga kini belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait.
Belum diketahui secara pasti penyebab robohnya tiang tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, tiang yang diperkirakan telah roboh sekitar satu bulan itu kini tersangkut pada ranting dan semak di sekitar badan jalan.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Tiang yang roboh dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas lalu lintas maupun menimbulkan risiko kecelakaan apabila tidak segera ditangani.
Sorotan masyarakat tidak hanya tertuju pada satu tiang PJU yang roboh.selain itu,sejumlah warga juga mengeluhkan kondisi puluhan tiang lampu PJU di sepanjang jalur dari Kampung Teluk Harapan menuju Tanjung Mohababa, Teluk Alulu, yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keberadaan fasilitas PJU tersebut.
Warga dan pengendara mempertanyakan apa manfaat lampu PJU jika tidak memberikan penerangan bagi pengguna jalan pada malam hari, terlebih pembangunan dan pemasangannya tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
Dalam konteks pariwisata, penerangan jalan juga dinilai sangat penting. Maratua merupakan daerah wisata yang banyak dilalui wisatawan, sehingga penerangan di setiap jalur dan sudut jalan dibutuhkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta mengurangi risiko bahaya bagi wisatawan maupun masyarakat.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Berau melalui dinas terkait segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi PJU di wilayah Maratua, termasuk menangani tiang yang roboh serta memperbaiki puluhan lampu yang dilaporkan tidak menyala.
Masyarakat juga meminta pemeliharaan dilakukan secara berkala agar fasilitas penerangan jalan dapat berfungsi maksimal dan tidak dibiarkan rusak dalam waktu lama.
Warga berharap persoalan PJU di Maratua mendapat perhatian serius dan segera ditangani sebelum menimbulkan risiko bagi pengguna jalan maupun wisatawan yang berkunjung.***












