Berita

PERSADAKU Audiensi ke BPJN Kaltara, Bahas Progres dan DED Jalan Perbatasan Malinau–Krayan

Avatar
3
×

PERSADAKU Audiensi ke BPJN Kaltara, Bahas Progres dan DED Jalan Perbatasan Malinau–Krayan

Sebarkan artikel ini

Tanjung Selor,Bulungan (L.A) — Dalam rangka memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, organisasi masyarakat adat PERSADAKU melakukan audiensi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara, Senin (10/8/2026).

Audiensi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut digelar di Kantor BPJN Kaltara, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, dengan agenda membahas program, progres pembangunan, serta Detail Engineering Design (DED) ruas jalan perbatasan Malinau–Krayan.

Pertemuan dihadiri Kepala BPJN Kaltara Tri Bakti Mulianto, S.T., M.T. beserta jajaran. Sementara dari PERSADAKU hadir Ketua Umum Mafri E.S., Wakil Ketua Umum Joko Supriyadi, S.T., M.T., Sekretaris Jenderal Lato Agus Kristian, serta jajaran DPP PERSADAKU Kaltara dan DPD PERSADAKU Bulungan.

Dalam audiensi tersebut, PERSADAKU menyampaikan aspirasi masyarakat adat Krayan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. PERSADAKU berharap pembangunan jalan dapat membuka konektivitas, mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus tetap memperhatikan keberadaan dan kelestarian budaya masyarakat adat.

PERSADAKU juga meminta informasi terbaru mengenai progres pembangunan, termasuk keterlibatan masyarakat dalam monitoring serta peninjauan lapangan.

Kepala BPJN Kaltara Tri Bakti Mulianto menyambut baik audiensi tersebut dan menjelaskan perkembangan pembangunan ruas jalan Malinau–Krayan. Menurutnya, total panjang ruas jalan mencapai 204,23 kilometer dengan kondisi medan yang sangat berat dan kompleks.

Berdasarkan pemaparan BPJN, pembangunan pada periode 2017 hingga 2027 mencapai sekitar 60,36 kilometer atau 29,46 persen, sementara ruas yang telah beraspal mencapai sekitar 39,18 kilometer. Pembangunan jembatan mencapai sekitar 2,254 kilometer. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 141,05 kilometer ruas yang perlu ditangani.

Beratnya kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama. Sejumlah lokasi memiliki tanjakan ekstrem, jurang, genangan, banjir musiman dan rawan longsor. Selain itu, mobilisasi material dan komponen jembatan juga menghadapi kendala jarak, cuaca serta kondisi akses menuju lokasi pekerjaan.

Untuk menyelesaikan sisa pembangunan, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp6 triliun. Apabila skema kerja sama pendanaan luar negeri dapat terealisasi, penyelesaian pembangunan jalan menuju Krayan diproyeksikan dapat dikejar hingga 2032.

BPJN Kaltara juga berupaya memfokuskan pendanaan pada ruas Malinau–Krayan agar pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan percepatan pekerjaan dapat dilakukan.

Sementara itu, PERSADAKU menyatakan akan terus berkoordinasi dengan BPJN Kaltara dalam melakukan monitoring dan evaluasi progres pembangunan di lapangan. Langkah tersebut merupakan bentuk partisipasi masyarakat adat dalam mengawal pembangunan sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat Krayan.

Pihak BPJN Kaltara juga menyatakan terbuka terhadap masukan masyarakat dan siap berkoordinasi dengan PERSADAKU dalam monitoring, evaluasi serta penyampaian informasi mengenai perkembangan pembangunan jalan Malinau–Krayan.***

Tinggalkan Balasan