Internasional, Literasiaktual – Hari Kesadaran Depresi Anak diperingati pada tanggal 2 Mei. Hal ini diciptakan untuk melindungi dan membantu anak-anak yang menderita penyakit yang melemahkan ini. Citra masa kanak-kanak adalah penuh kehidupan dan keinginan untuk bermain, tetapi sayangnya, depresi masa kanak-kanak terkadang memang ada. Permasalahan ini seharusnya sangat serius untuk didiskusikan oleh para orang tua, pengasuh, dan guru.
Depresi adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan penyakit lain di seluruh dunia, dan sangat mempengaruhi semua kelompok umur. WHO mengklasifikasikan depresi sebagai krisis kesehatan global, tetapi dampaknya terhadap anak-anak bisa lebih dahsyat dan ekstrem, membahayakan nyawa anak laki-laki dan perempuan.
Di sebagian lingkungan, masa kanak-kanak dianggap sebagai tahap paling penting untuk pembentukan individu. Terutama karena pada usia inilah mereka mempelajari sebagian besar hal yang akan mereka gunakan sepanjang hidup mereka, tetapi juga masa paling rapuh dan rentan. Anak harus diasuh dan dilindungi. Beberapa generasi terakhir, ditandai dengan transformasi sosial yang mendalam serta krisis parah yang mengubah berbagai jaringan perlindungan anak di seluruh dunia. Antara perang dan penurunan kualitas lingkungan hidup, anak-anak secara bertahap kehilangan hak mereka untuk masa kanak-kanak, baik melalui berkurangnya ruang publik untuk bermain dan menjelajah atau jaringan perlindungan dan pendidikan yang dibongkar, di antara banyak faktor lainnya.
baca juga Hari Pendidikan Nasional Di Peringati Tanggal 2 Mei, Siapakah Sosok Ki Hajar Dewantara?
baca juga Hari Puisi Nasional, Mengulik Perjalanan Chairil Anwar
Ini sangat menyusahkan dan telah menyebabkan pandemi kasus depresi di seluruh dunia dalam beberapa dekade terakhir. Depresi dapat menyerang siapa saja dan merupakan salah satu penyakit yang paling umum, seringkali muncul bersamaan dengan penyakit serius lainnya, namun dampaknya pada anak-anak jauh lebih mengkhawatirkan. Meningkatnya jumlah kasus bunuh diri di kalangan anak-anak dan remaja memilukan. Di AS saja, tingkat bunuh diri di antara anak berusia sepuluh hingga 24 tahun meningkat hampir 60% antara tahun 2007 dan 2018.
Pada tahun 1997, ibu dan ayah yang menderita rasa sakit karena memiliki anak yang depresi memutuskan untuk bertindak. Mereka membentuk Federasi Keluarga Nasional untuk Kesehatan Mental Anak dan menciptakan Hari Kesadaran Depresi Anak. Pada 2015, Federasi Keluarga mulai melaksanakan Kampanye Pita Hijau. Inisiatif penggalangan dana ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental anak-anak dan mengedukasi masyarakat umum tentang kebutuhan kesehatan emosional, perilaku, dan mental anak-anak dan keluarga mereka.
Sumber : National Today












