Berita

Hari Puisi Nasional, Mengulik Perjalanan Chairil Anwar

Avatar
260
×

Hari Puisi Nasional, Mengulik Perjalanan Chairil Anwar

Sebarkan artikel ini
Chairil Anwar
Chairil Anwar (26 Juli 1922-28 April 1949), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang", adalah penyair terkemuka Indonesia.

Literasiaktual – Hari Puisi Nasional diperingati setiap tanggal 28 April. Walaupun kendatinya masih mengalami perdebatan untuk tanggal memperingatinya. Hanya saja, Tujuan peringatan Hari Puisi Nasional ini mengenang sosok penyair Chairil Anwar. Oleh karena itu, setiap peringatannya bertepatan dengan tanggal wafat Chairil Anwar, yakni 28 April 1949.

Chairil Anwar

Medan merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Pada tahun 1920-an  tinggal suatu keluarga pamong praja yang cukup terpandang, bernama Tulus. la mempunyai isteri bernama Saleha dan seorang puteri yang baru berumur antara 4 -6 tahun bernama Chairani. Keluarga tersebut merupakan keluarga pendatang. Mereka berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Tetapi Saleha, isteri Tulus, lahir dan dibesarkan di kota Medan. Sebenarnya Saleha bukan asli keturunan orang Payakumbuh, karena ibunya berasal dari Surabaya. Pada tanggal 26 Juli 1922 keluarga tersebut memperoleh putera kedua yang kemudian diberi nama Chairil Anwar. Kelak Chairil kecil ini akan menjadi tokoh pembaharu kesusasteraan Indonesia. la adalah pelopor Angkatan 45. Sedangkan Chairani kemudian kawin dengan A. Halim, sekarang bekas Asisten Bidang Kebudayaan Perwakilan Departemen P dan K Propinsi Sumatera Utara di Medan.

Sebagai keluarga pamong praja, keluarga Tulus selalu berpindah tempat tinggal dari satu kota ke tempat lain sesuai dengan penempatannya. Mereka tinggal agak lama, antara lain di Siak Sri lndrapura, Tanjung Balai, dan Pangkalan Brandan. Ketika Jepang datang pada tahun 1942 Tulus menjabat sebagai komis. Pada zaman Jepang ia menjadi kontroliur (19421945). Pada waktu Perang Kemerdekaan, Tulus sempat ditawan oleh pemuda, tetapi tak berapa lama ia dibebaskan kembali. Terakhir ia menjadi bupati di Rengat. Kemudian pada Aksi Militer Belanda II ia ditembak mati oleh Belanda pada tanggal 5 Januari 1949.

image_pdfPDFimage_printPrint

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *