Pemerintahan

Gubernur Riau Setujui Penambahan Bonus Atlet PON 2024, Dicairkan Bertahap Hingga 2026

64
×

Gubernur Riau Setujui Penambahan Bonus Atlet PON 2024, Dicairkan Bertahap Hingga 2026

Sebarkan artikel ini
Kontingen Atlet Riau untuk PON Aceh-Sumut 2024.

PEKANBARU, (LA) – Gubernur Riau, Abdul Wahid, akhirnya memberikan solusi terhadap polemik bonus atlet dan pelatih Riau yang berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Gubri menyetujui penambahan bonus sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) yang berlaku, dan mencairkannya secara bertahap.

Menurut Sekretaris Umum KONI Riau, Edi Satria, keputusan ini merupakan respons positif dari Gubernur atas aspirasi atlet dan pelatih. Pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap: tahap pertama tahun ini, dan sisanya akan dianggarkan kembali di APBD 2026.

“Ini menjadi kabar baik bagi kami. Bonus akan dibayar sesuai Pergub. Kami berharap tahap awal segera dicairkan,” kata Edi saat pertemuan bersama KONI, atlet, dan pelatih di Kantor KONI Riau, Jumat (18/7).

Kepala Dispora Riau, Erisman Yahya, menjelaskan bahwa tahap awal pencairan bonus akan menggunakan anggaran APBD 2025 sebesar Rp25 miliar, untuk seluruh atlet PON, NPC, Paralimpik, dan Pra Popnas. Sementara total kebutuhan dana bonus sesuai Pergub sebesar Rp42 miliar akan diselesaikan pada tahun depan.

“Pak Gubernur sudah menyetujui penambahan bonus. Kita harap semua pihak memahami kondisi fiskal daerah saat ini. Yang penting, ada komitmen kuat dari pemerintah,” jelas Erisman.

Polemik ini berawal dari perubahan alokasi anggaran. Tahun 2024, Dispora Riau mengusulkan Rp80 miliar untuk bonus atlet berprestasi. Namun karena penurunan drastis APBD 2025 — dari Rp11,02 triliun menjadi Rp9,2 triliun — anggaran tersebut kemudian dipangkas menjadi Rp40 miliar, dan akhirnya hanya tersedia Rp25 miliar setelah pengesahan.

Pemangkasan dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), yang kala itu diketuai oleh Pj Sekda Riau, Taufiq OH. Saat itu, TAPD menyarankan atlet menerima terlebih dahulu pencairan 45 persen dari total bonus, dengan janji penambahan jika kondisi keuangan membaik.

“Kami sudah bersurat untuk meminta penambahan. Sekarang semuanya sudah disetujui dan proses pencairan tahap awal segera dilakukan,” tutur Erisman.

Keputusan ini diharapkan dapat meredam keresahan para atlet dan pelatih, serta menjadi penyemangat menjelang ajang olahraga nasional dan internasional berikutnya. Gubri Abdul Wahid juga dinilai menunjukkan komitmen dalam menghargai perjuangan atlet yang telah mengharumkan nama Riau.

Tinggalkan Balasan