Wisata

Tourism Center di Bandara, Standar Destinasi Wisata Maju yang Perlu Dihadirkan di Berau

Avatar
0
×

Tourism Center di Bandara, Standar Destinasi Wisata Maju yang Perlu Dihadirkan di Berau

Sebarkan artikel ini

Tourism Center di Bandara, Standar Destinasi Wisata Maju yang Perlu Dihadirkan di Berau

Opini: Teguh

Kab.Berau,Kaltim-Kemajuan sebuah destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga dari kesiapan layanan yang menyambut wisatawan sejak pertama kali mereka tiba.

Salah satu indikator yang umum ditemui di daerah wisata maju adalah keberadaan Tourism Center atau Tourist Information Center (TIC) di bandara dan pintu masuk utama wisatawan.

Di berbagai daerah dan negara yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi, Tourism Center menjadi fasilitas dasar yang berfungsi memberikan informasi lengkap kepada wisatawan.

Mulai dari peta destinasi, pilihan penginapan, jadwal transportasi, agenda budaya, rekomendasi kuliner, hingga layanan pemandu wisata tersedia dalam satu tempat yang mudah diakses.

Kabupaten Berau yang memiliki destinasi kelas dunia seperti Kepulauan Maratua dan Derawan sesungguhnya memiliki potensi besar untuk menerapkan standar pelayanan tersebut.

Namun hingga saat ini, kebutuhan akan pusat informasi wisata yang terintegrasi masih menjadi perhatian banyak pihak.

Keberadaan Tourism Center di Bandara Kalimarau dan Bandara Maratua dinilai penting sebagai langkah awal memperkuat citra Berau sebagai destinasi wisata internasional.

Wisatawan yang baru tiba seharusnya dapat langsung memperoleh informasi resmi mengenai transportasi menuju pulau-pulau wisata, pilihan akomodasi, paket wisata, aktivitas bahari, hingga produk UMKM lokal.

Lebih dari sekadar meja informasi, Tourism Center merupakan wajah pertama sebuah daerah wisata. Dari tempat inilah wisatawan membangun kesan awal mengenai profesionalisme pengelolaan destinasi yang mereka kunjungi.

Daerah yang serius mengembangkan pariwisata umumnya menempatkan pelayanan informasi sebagai prioritas karena kenyamanan wisatawan merupakan bagian penting dari pengalaman berwisata.

Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan sektor pariwisata perlu melihat Tourism Center bukan sebagai fasilitas pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan dasar dalam tata kelola destinasi modern.

Kehadirannya dapat menjadi jembatan antara wisatawan dengan pelaku usaha lokal, sekaligus sarana promosi yang efektif bagi potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah.

Jika Berau ingin terus memperkuat posisinya sebagai gerbang wisata bahari unggulan Indonesia, maka pembangunan dan pengelolaan Tourism Center yang profesional di bandara-bandara utama sudah selayaknya menjadi bagian dari standar pelayanan pariwisata yang harus diwujudkan.

Sebab destinasi wisata yang maju bukan hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga mampu memberikan kemudahan, informasi, dan pelayanan terbaik sejak langkah pertama wisatawan menginjakkan kaki di daerah tersebut.***

 

Tinggalkan Balasan