Maratua, Berau, Kaltim (L.A) – Dugaan insiden kapal wisata kembali terjadi di perairan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kapal tersebut dilaporkan diduga menghantam terumbu karang di sekitar spot Chainal, wilayah Kampung Teluk Alulu Bohaba.
Informasi di lapangan menyebutkan lokasi kejadian berada di kawasan perairan wisata yang kerap dilalui kapal wisata jenis live on board (LOB) maupun yacht. Namun hingga saat ini, status kapal yang terlibat masih belum dapat dipastikan karena masih terdapat perbedaan informasi dari sejumlah sumber di lapangan.
Proses penanganan di lokasi disebut melibatkan bantuan speedboat milik masyarakat lokal serta pelaku usaha wisata di kawasan Kepulauan Maratua. Bantuan tersebut dilakukan untuk membantu mengamankan posisi kapal agar tidak terdorong lebih jauh ke area terumbu karang yang lebih luas.
Selain itu, warga lokal juga dilaporkan turut membantu dengan mengerahkan beberapa armada speedboat ke lokasi kejadian guna mempercepat proses penanganan awal di lapangan.
Hingga kini, koordinasi antar pihak terkait masih berlangsung dan belum menghasilkan keterangan resmi mengenai identitas kapal, jenis kapal, maupun tingkat kerusakan yang terjadi pada ekosistem karang di lokasi tersebut.
Pelaku wisata Maratua berinisial HY sebelumnya menilai kejadian ini seharusnya menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pengelolaan wisata bahari, khususnya terkait keterlibatan pemandu lokal yang memahami kondisi perairan setempat.
Sementara itu, Kepala UPTD kawasan konservasi di bawah naungan Provinsi Kalimantan Timur, Didi, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan berkoordinasi ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan kondisi di lapangan, termasuk potensi dampak terhadap ekosistem terumbu karang serta evaluasi terhadap aktivitas pelayaran di kawasan konservasi tersebut.
Warga dan pelaku wisata di wilayah Berau menilai insiden ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap lalu lintas kapal wisata di kawasan konservasi laut yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kerusakan ekosistem.
Menurut mereka, peningkatan aktivitas wisata bahari harus diimbangi dengan pengaturan jalur pelayaran yang jelas serta penegakan aturan yang konsisten demi menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak operator kapal terkait insiden tersebut. Masyarakat berharap adanya klarifikasi resmi agar tidak terjadi simpang siur informasi di lapangan.***













