Berita

Thabrani Minta Jaksa Agung Bebas Tugaskan Nurhadi Puspandoyo Dalam Penanganan Perkara Skandal Proyek Tiga Pilar

Avatar
399
×

Thabrani Minta Jaksa Agung Bebas Tugaskan Nurhadi Puspandoyo Dalam Penanganan Perkara Skandal Proyek Tiga Pilar

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Literasiaktual.com –  Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Komda Riau hari ini mendatangi Kejaksaan Agung RI, untuk melaporkan Sdr. Nurhadi Puspandoyo selaku Kajari Kabupaten Kuantan Singingi aktif, agar dapat dibebas tugaskan dari penanganan perkara skandal Mega Proyek Tiga Pilar di Kabupaten Kuantan Singingi. (5/06/23)

Thabrani yang akrab dipanggil Datuk Panglima Lebah ini mengatakan bahwa, “Semenjak Kajari Kuansing Hadiman yang berprestasi itu dipindah tugaskan, kemudian ditangani oleh Sdr. Nurhadi Puspandoyo, maka terhitung sudah lebih dari satu tahun jalan ditempat, sebab hanya untuk menetapkan siapa yang mengaudit saja, hingga hari ini masih mengambang tanpa ada kejelasan, ini ada apa? ” ungkap Thabrani kesal.

“Untuk dapat diketahui bahwa persoalan audit ini dulunya sudah dieksport ke Universitas Tadulako Palu Sulteng, terus ke Inspektorat Kuansing, trus ke Inspektorat Provinsi, kemaren disebutkan lagi oleh yang bersangkutan minta tolong ke BPKP. Padahal Proyek Tiga Pilar senilai ratusan milyar tersebut mustinye sudah selesai pengerjaannye ditahun 2015,” sebut Thabrani.

Proyek Tiga Pilar

“Kondisi mengambang tak jelas ini sudah lebih delapan tahun menjadi perhatian dan rahasia umum bagi masyarakat Kuansing. Setahu saye baru satu yang naik ke tahap penyidikan dan konon katanye sudah ditahan sebanyak 3 orang dalam kasus pengadaan mobiler Hotel Kuansing saje,” ungkap Datuk Panglime Lebah.

“Kembali saye ingatkan, bahwa Proyek Tiga Pilar tersebut diantaranya proyek Pembangunan Hotel Kuansing, proyek rehab Gedung Pertemuan Abdul Rauf, proyek Pembangunan Pasar Tradisional Berbasis Modern dan proyek Pembangunan Kampus Uniks ditahun anggaran 2014 – 2015. Bahkan dari info yang kita dapatkan, proyek Kebun Pemda tahun 2001 – 2002 diduga kuat masih belum slesai dan termasuk dalam area hutan kawasan,” ungkap Thabrani.

image_pdfPDFimage_printPrint

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *