SEKAYU (LA) – Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang jalan protokol Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), dalam beberapa pekan terakhir. Deretan pohon Tabebuya yang ditanam sebagai penghijauan kota mulai bermekaran serentak, menghadirkan nuansa yang sering disebut warga sebagai “Sakura-nya Indonesia”.
Bunga berwarna merah muda dan kuning itu tampak rimbun menghiasi beberapa titik, terutama di kawasan sekitar Jalan Kolonel Wahid Udin dan area perkantoran pemerintah kabupaten. Meski bukan sakura asli, bentuk kelopak yang menyerupai terompet dan mekar bergerombol membuat banyak pengendara yang melintas memperlambat kendaraan untuk sekadar menikmati pemandangan.

Menurut literatur pertanian, Tabebuya berasal dari Brazil dan memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca panas tropis. Pohon ini kerap dipilih sebagai tanaman penghijauan jalan karena akarnya tidak merusak trotoar maupun struktur bangunan, sementara bunganya mampu menyerap polusi udara.
Meski belum ada keterangan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup setempat terkait jumlah pohon atau jadwal pemeliharaan, keberadaan Tabebuya di Sekayu menambah daftar kota di Indonesia yang mengalami fenomena “musim sakura lokal”. Beberapa daerah di Kalimantan dan Jawa sebelumnya lebih dulu viral dengan pemandangan serupa pada musim kemarau hingga peralihan musim hujan.
Warga berharap, keindahan ini tidak hanya menjadi momen sesaat. “Kalau bisa ditambah lagi pohonnya di titik-titik lain, biar Sekayu makin cantik dan punya daya tarik sendiri,” kata Rina. (Nz)














