Wisata

Usulan Musik Dangdut Menguat di Tengah Persiapan Maratua Music Festival, Kadis Disbudpar Beri Tanggapan

Avatar
0
×

Usulan Musik Dangdut Menguat di Tengah Persiapan Maratua Music Festival, Kadis Disbudpar Beri Tanggapan

Sebarkan artikel ini

Usulan Musik Dangdut Menguat di Tengah Persiapan Maratua Music Festival, Kadis Disbudpar Beri Tanggapan

Berau, Kaltim (L.A) – Aspirasi masyarakat Pulau Maratua terkait keinginan menghadirkan hiburan musik dangdut dalam agenda festival pariwisata mendapat perhatian dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Berau saat dialog terbuka bersama warga dan pelaku wisata di Maratua, Selasa (19/05/26).

Dalam dialog tersebut, sejumlah warga menilai konsep Jazz Maratua selama ini kurang diminati sebagian masyarakat lokal, khususnya kalangan ibu-ibu yang lebih menyukai hiburan musik dangdut. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan konsep hiburan yang lebih merakyat tanpa menghilangkan identitas promosi wisata daerah.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berau mengatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan siap menjadikan usulan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pengembangan festival musik di Maratua.

“Diketahui memang ibu-ibu di Maratua senang dengan musik dangdut, nanti kami usulkan,” ujar Kadis Disbudpar.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah tahun ini telah menyiapkan agenda bertajuk Maratua Musik Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026. Menurutnya, konsep festival musik tersebut tidak hanya terpaku pada satu genre tertentu.

“Kalau memang itu aspirasi masyarakat, kami akan berupaya mengarah ke sana. Jadi tidak hanya jazz saja, tetapi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan antusias masyarakat,” katanya.

Kadis Disbudpar menyebut seluruh tahapan kegiatan saat ini telah berjalan, termasuk proses persiapan teknis dan koordinasi pelaksanaan kegiatan. Meski demikian, peluang menghadirkan musik dangdut dalam festival masih terbuka karena konsep kegiatan menggunakan format festival musik secara umum.

“Namanya Maratua Musik Festival, jadi tidak tertutup hanya untuk satu genre saja. Kalau nanti ada dangdut di dalamnya, itu tidak mengubah apa-apa dari sisi program maupun penganggaran,” jelasnya.

Selain hiburan, festival tersebut juga diharapkan mampu menjadi sarana promosi wisata, seni budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM serta komunitas lokal.

Di sisi lain, Disbudpar Berau juga tengah melakukan koordinasi bersama pihak kecamatan dan tim survei untuk menentukan lokasi yang dinilai layak dijadikan pusat kegiatan seni dan budaya secara permanen di Maratua.

“Kami akan komunikasi juga dengan pihak kecamatan dan tim survei untuk menentukan lokasi yang paling layak. Harapannya masyarakat antusias sehingga penyelenggara juga semakin semangat dan kegiatan bisa terus dievaluasi menjadi lebih baik,” tambahnya.

Wacana menghadirkan dangdut dalam festival pariwisata tersebut pun dinilai menjadi bentuk penyesuaian pemerintah terhadap selera masyarakat lokal, sekaligus menjaga agar agenda wisata tetap hidup, meriah, dan mampu menarik minat wisatawan maupun warga setempat.***

Tinggalkan Balasan