Berita

Sepatu dan Sandal Wisatawan Sering Hilang, Diduga Dibawa Kabur Anjing, Populasi Anjing di Pulau Maratua Tak Terkendali

Avatar
0
×

Sepatu dan Sandal Wisatawan Sering Hilang, Diduga Dibawa Kabur Anjing, Populasi Anjing di Pulau Maratua Tak Terkendali

Sebarkan artikel ini

Maratua Island, Berau, Kalimantan Timur — Warga dan wisatawan di Pulau Maratua, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, mengeluhkan keberadaan anjing yang berkeliaran bebas di sejumlah kawasan.
Populasi anjing diperkirakan mencapai sekitar 500 ekor dan tersebar di empat kampung di Kecamatan Maratua.

Anjing-anjing tersebut terlihat berkeliaran di sekitar permukiman, homestay, kawasan resort, hingga Central UMKM Pulau Maratua.

Keluhan datang dari warga dan wisatawan yang mengaku kehilangan sandal dan sepatu. Barang-barang tersebut diduga dibawa kabur oleh anjing yang berkeliaran di sekitar permukiman warga, homestay, maupun resort.Rabu(26/08/26)

Selain itu, kotoran anjing juga ditemukan berserakan di sejumlah kawasan pasir pantai yang menjadi lokasi kunjungan wisatawan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kebersihan dan kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati pantai.

Keberadaan anjing yang berkeliaran bebas serta kotoran yang tersebar di kawasan wisata dinilai mulai mengganggu kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Pulau Maratua.

Warga mengusulkan agar anjing yang berkeliaran bebas dapat ditangani dan dipertimbangkan untuk direlokasi dari Pulau Maratua. Usulan tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah terkait.

Warga berharap penanganannya dilakukan melalui koordinasi bersama pemerintah dan pihak terkait. Jika relokasi menjadi pilihan, warga berharap langkah tersebut dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menimbulkan persoalan baru.

Keluhan ini juga menjadi perhatian dalam aktivitas pariwisata karena Pulau Maratua merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan.

Warga lokal berharap persoalan tersebut segera mendapat solusi agar kebersihan, kenyamanan masyarakat, dan pengalaman wisatawan tetap terjaga.***

Tinggalkan Balasan