Berita

SEKDA DEDEN BUKA PRA-EVALUASI SAKIP 2026, DORONG BUDAYA KERJA AKUNTABEL DAN BERORIENTASI HASIL

Avatar
8
×

SEKDA DEDEN BUKA PRA-EVALUASI SAKIP 2026, DORONG BUDAYA KERJA AKUNTABEL DAN BERORIENTASI HASIL

Sebarkan artikel ini

 

SERANG,Banten

Literasiaktual.Com-
Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi secara resmi membuka kegiatan Pra-Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Provinsi Banten Tahun 2026.

Pembukaan dilaksanakan di Ballroom Bappeda Provinsi Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (15/07/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemprov Banten. Peserta terdiri dari sekretariat, dinas, badan, biro, hingga inspektorat.

Pra-evaluasi SAKIP akan berlangsung selama dua hari, 15 hingga 16 Juli 2026. Agenda ini menjadi persiapan menghadapi penilaian SAKIP oleh Kementerian PANRB.

Dalam sambutannya, Sekda Deden menegaskan pentingnya SAKIP sebagai instrumen tata kelola pemerintahan yang baik.

“SAKIP bukan sekadar administrasi. Ini adalah cerminan komitmen kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Deden.

Menurutnya, evaluasi SAKIP tidak boleh hanya dipahami sebagai kewajiban tahunan. Hasilnya harus benar-benar digunakan untuk perbaikan.

Deden meminta seluruh OPD untuk serius mengikuti kegiatan ini. Sikap terbuka dan jujur dalam menyampaikan kondisi kinerja sangat diperlukan.

“Temukan masalahnya sekarang, perbaiki sekarang. Jangan menunggu saat evaluasi nasional baru kita sibuk,” tegasnya.

Ia menekankan, kunci keberhasilan SAKIP ada pada tiga pilar. Yaitu perencanaan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan evaluasi yang jujur.

Sekda juga mendorong setiap perangkat daerah memperkuat indikator kinerja. Data yang disampaikan harus valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data yang akuntabel akan memudahkan proses penilaian oleh tim Kementerian PANRB nantinya, kata Deden.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Provinsi Banten menargetkan peningkatan predikat SAKIP dari tahun sebelumnya.

Saat ini Pemprov Banten berada di predikat “BB”. Target ke depan adalah meraih predikat “A”.

Untuk mencapai target tersebut, sinergi dan komitmen bersama seluruh OPD sangat dibutuhkan. Tidak bisa berjalan secara parsial.

Kepala Bappeda Provinsi Banten dalam laporannya menyampaikan garis besar kegiatan pra-evaluasi selama dua hari.

Materi yang akan disampaikan meliputi penyusunan Renstra, Perjanjian Kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan, hingga pemanfaatan hasil evaluasi.

Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Inspektorat Daerah dan Biro Organisasi Setda Provinsi Banten. Mereka akan memberikan pendampingan teknis.

Selain pemaparan, peserta juga difasilitasi sesi diskusi dan konsultasi langsung. Setiap OPD dapat membawa dokumen untuk dikoreksi.

Tujuannya agar kelemahan dan kekurangan dapat segera diperbaiki sebelum evaluasi nasional dimulai.

Di akhir sambutannya, Deden berharap pra-evaluasi ini menjadi momentum penguatan budaya kerja di lingkungan Pemprov Banten.

“Mari kita jadikan SAKIP sebagai budaya kerja. Bekerja dengan terukur, akuntabel, dan berdampak langsung untuk masyarakat Banten,”pungkasnya.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Berita

KASUS DUGAAN PENCABULAN ANAK DI SERANG MASIH DISELIDIKI,…