Pekanbaru, (LA) – Gangguan mood adalah kondisi kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati seseorang, mulai dari depresi mendalam hingga euforia ekstrem. Kondisi ini memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak besar pada kehidupan sehari-hari penderitanya. Berikut ini penjelasan lengkap tentang jenis-jenis gangguan mood, gejala, serta cara mengenalinya.
Depresi: Ketika Kegelapan Menguasai Pikiran
Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang paling umum. Kondisi ini ditandai oleh perasaan sedih yang mendalam, hilangnya minat, dan gejala lainnya yang berlangsung setidaknya selama dua minggu.
Gejala Depresi:
- Perubahan nafsu makan dan berat badan.
- Gangguan tidur, baik insomnia maupun tidur berlebihan.
- Rasa bersalah yang berlebihan atau merasa tidak berguna.
- Kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan.
- Pemikiran tentang kematian atau bunuh diri yang berulang.
Mania: Ketika Energi Berlebih Menjadi Tantangan
Mania adalah kondisi suasana hati yang meningkat secara drastis, sering kali disertai iritabilitas dan aktivitas yang tidak terkendali.
Ciri-ciri Mania:
- Suasana hati meningkat secara signifikan selama setidaknya satu minggu.
- Rasa percaya diri berlebihan hingga waham kebesaran.
- Penurunan kebutuhan tidur meskipun aktivitas meningkat.
- Kecenderungan untuk terlibat dalam aktivitas berisiko tinggi, seperti pengeluaran uang berlebihan atau pengambilan keputusan impulsif.
- Konsentrasi terganggu dan mudah teralihkan.
Gangguan Bipolar: Perjalanan Antara Kutub Emosi
Gangguan bipolar melibatkan perubahan suasana hati antara mania dan depresi.
Tipe Gangguan Bipolar:
- Bipolar I: Adanya episode mania dan depresi yang jelas.
- Bipolar II: Adanya hipomania (mania ringan) dan episode depresi berat.
- Siklotimia: Gejala hipomania dan depresi ringan selama dua tahun atau lebih.
- Bipolar Lainnya: Gejala bipolar yang tidak spesifik.
Pola Khusus pada Gangguan Bipolar:
- Rapid Cycle: Empat atau lebih episode dalam satu tahun.
- Ultra Rapid Cycle: Episode gangguan emosi berganti dalam hitungan hari.
Distimia dan Siklotimia: Depresi Ringan yang Berkepanjangan
Distimia adalah bentuk depresi yang lebih ringan namun berlangsung lama, minimal dua tahun. Sedangkan siklotimia adalah kondisi suasana hati yang tidak stabil dengan gejala hipomania dan depresi ringan.
Depresi Terselubung: Ketika Gejala Tidak Tampak Jelas
Depresi terselubung sering kali muncul dalam bentuk keluhan fisik, seperti sakit kepala atau gangguan pencernaan, yang membuat diagnosis awalnya sulit. Studi menunjukkan bahwa sekitar 10% pasien yang datang berobat ke dokter sebenarnya menderita depresi terselubung.
Diagnosis Gangguan Mood Berdasarkan PPDGJ III
Diagnosis gangguan mood, seperti hipomania, mania tanpa psikotik, hingga gangguan bipolar, menggunakan kriteria dari Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) III. Hal ini mencakup durasi, tingkat keparahan, serta dampaknya terhadap fungsi sosial dan pekerjaan.
Pentingnya Kesadaran dan Penanganan Dini
Gangguan mood bukanlah hal sepele. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup seseorang dan bahkan berujung pada tindakan yang membahayakan diri sendiri. Konsultasi dengan ahli kesehatan mental sangat disarankan bagi mereka yang mengalami gejala-gejala gangguan mood.
Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat memberikan dukungan kepada orang-orang yang membutuhkan, serta mengurangi stigma terhadap gangguan kesehatan mental.
Pada Tahun 2024
Dilansir dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id, Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi kolaborasi Direktorat Kesehatan Jiwa dengan UNICEF mengadakan kegiatan seminar sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kesehatan mental di kalangan remaja.
“Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi, tetapi juga tempat berbagi pengalaman dan membuka dialog yang selama ini sering terhambat oleh stigma,” kata Maria.
Kesehatan mental, yang kerap dianggap isu sensitif, kini menjadi fokus utama pemerintah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 700.000 orang di dunia meninggal akibat bunuh diri setiap tahun. Di Indonesia, data POLRI menunjukkan lonjakan kasus bunuh diri, dari 826 kasus pada 2022 menjadi 1.350 kasus pada 2023.
Informasi dan Dukungan
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau bantuan terkait kesehatan jiwa, Kemenkes menyediakan layanan hotline di 1500-567, SMS di 081281562620, atau melalui email di kontak@kemkes.go.id.
Sumber :
Buku Ilmu Kedokteran Jiwa Program Studi Sarjana Kedokteran Dan Profesi Dokter Fakultas Kedoteran Universitas Udayana (ISBN : 978-602-5986-29-1)
sehatnegeriku.kemkes.go.id














