LEBAK, Banten
Literasiaktual.com– Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) Desa Anggalan, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, berlangsung demokratis dan mencatat partisipasi pemilih penuh. Calon nomor urut 2, IIK Apandi, keluar sebagai pemenang dalam pemilihan yang digelar Selasa, 19 Mei 2026, di halaman Kantor Desa Anggalan.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, IIK Apandi memperoleh 49 suara. Ia mengungguli dua kandidat lainnya, yakni Rapiudin dengan 30 suara dan Hendri Wiguna dengan 1 suara. Total daftar pemilih tetap sebanyak 80 orang, dan seluruhnya menggunakan hak pilihnya sehingga tingkat partisipasi mencapai 100 persen.
Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, H. Eli Syahroni, yang hadir memantau jalannya pemilihan, mengapresiasi proses yang berjalan tertib.
“Alhamdulillah, Pilkades Anggalan berjalan secara demokratis, adil, dan jujur. Saya berterima kasih kepada panitia yang telah bekerja dengan baik dan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia berharap kepala desa terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik demi kemajuan desa, terutama dalam perbaikan infrastruktur.
“Pesan saya, jaga nama baik jabatan, karena jabatan hanyalah sebuah amanah,” tambahnya.
Calon terpilih IIK Apandi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan warga. Mengusung moto “Anggalan Maju Rakyat Bahagia”, ia berkomitmen memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai masih menjadi kendala utama di desa tersebut.
“Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan semua pihak, saya dapat kepercayaan ini. Saya siap membangun desa ini agar lebih maju, utamanya memperbaiki infrastruktur jalan yang saat ini masih memprihatinkan. InsyaAllah saya akan berupaya keras agar masyarakat Desa Anggalan semakin sejahtera,” kata IIK Apandi.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada panitia, tim pembina dari kecamatan, Muspika, serta orang tuanya, H. Eli Syahroni, yang telah memberikan dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
Pemilihan PAW di Desa Anggalan merupakan bagian dari pelaksanaan PAW serentak untuk delapan desa di Kabupaten Lebak. Proses yang berjalan lancar dan partisipasi penuh warga diharapkan menjadi contoh pelaksanaan demokrasi tingkat desa yang sehat dan partisipatif.
Red : Endang s














