Nasional

Bangunan Bekas Sekolah di Teluk Alulu Maratua Terbengkalai Rusak dan Kumuh, Khawatir Jadi Sarang Ular Warga Desak Pemerintah Lakukan Penggusuran

Avatar
40
×

Bangunan Bekas Sekolah di Teluk Alulu Maratua Terbengkalai Rusak dan Kumuh, Khawatir Jadi Sarang Ular Warga Desak Pemerintah Lakukan Penggusuran

Sebarkan artikel ini

Bangunan Bekas Sekolah di Teluk Alulu Maratua Terbengkalai Rusak dan Kumuh, Khawatir Jadi Sarang Ular Warga Desak Pemerintah Lakukan Penggusuran

Berau, Kaltim – Warga RT 02 Kampung Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, mengaku resah dengan kondisi bangunan tua bekas sekolah dasar yang kini terbengkalai. Bangunan tersebut tampak kumuh, retak, dan rapuh. Warga khawatir bangunan bisa roboh sewaktu-waktu, terutama jika terjadi gempa yang beresiko membahayakan anak-anak yang kerap bermain di lapangan voli yang berada area bangunan sekolah.

Tak hanya itu, warga menilai bangunan tersebut telah merusak pemandangan sekitar karena ditumbuhi semak belukar, sehingga terlihat tak terurus dan menyerupai hutan kecil,saat ini bangunan sekolah baru telah dibangun di tempat lain yang berada di RT lainnya di kampung teluk alulu.

Terkait dengan itu,saat kunjungan reses beberapa waktu lalu oleh anggota DPRD Kabupaten Berau dari Fraksi Gerindra, Sutami,ia menyempatkan diri meninjau langsung kondisi bangunan yang dimaksud yang diharapkan warga untuk di gusur.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi bangunan sekolah tersebut.

“Kondisinya kumuh, kotor, dindingnya retak-retak dan boloknya rapuh. Ini jelas berpotensi roboh jika terjadi gempa,” kata Sutami.

Setelah melihat langsung dan mendengarkan aspirasi warga, Sutami menyatakan bersedia mengawal usulan penggusuran tersebut melalui koordinasi lintas instansi. Warga pun menyambut baik komitmen itu dengan penuh harapan.

“Kami warga RT 02 Teluk Alulu menitipkan semangat, semoga harapan kami bisa ditindaklanjuti,” ujar Enggo, seorang ibu rumah tangga yang tinggal di belakang bangunan sekolah.

Tokoh masyarakat setempat, Pak Palung, juga sepakat dengan rencana penggusuran. Menurutnya, bangunan tersebut sudah tidak layak pakai dan membahayakan.

“Gusur saja, bangunan tua dan kotor, berdebu, banyak balok plafon berserakan di lantai akibat repuh Termakan usia” tegasnya.

Seorang nelayan juga mengisahkan pengalamannya yang saat itu sempat melihat ular kobra sepanjang dua meter di salah satu ruangan bekas sekolah yang kini menjadi gudang kursi dan meja.

Disisi lain,warga RT 02 Teluk Alulu berharap semoga tahun tahun berikutnya kampung teluk alulu khususnya di RT 02 mendapatkan pembangunan yang merata seperti sarana dan prasarana umum guna meningkatkan perekonomian diberbagai sektor.

Warga kampung teluk alulu RT 02 mengakui membutuhkan perhatian dari seluruh anggota legislatif daerah  pemilihan III pesisir yang belum setahun dilantik.

“Kami berharap Pak Sutami, H. Saga, dan H. Liliansyah bisa memperhatikan kemajuan kampung teluk alulu agar sejajar dengan kampung lainnya yang tersedia sarana dan prasarana memadai bagi warga” ujar nelayan lainnya.

Sementara Ketua RT 02, Eko, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan kepedulian Sutami dan perhatian pemerintah kab.berau selama ini.

“Saya mewakili warga mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah terkait agar bangunan ini segera digusur,” ujarnya.

 

Menanggapi hal itu, Sutami menegaskan komitmennya.

“Oke, aspirasi warga akan saya koordinasikan dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan dengan progres  penggusuran atau pembongkaran  bangunan secara total,” ungkapnya.

Sutami mengatakan, usulan ini sangat beralasan, mengingat kondisi bangunan sudah tidak layak dan membahayakan, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.

Selain itu ternyata di lokasi yang sama, warga menambahkan adanya bangunan masjid tua dan rumah kosong yang ikut terbengkalai membuat seluruh area itu terlihat Kumuh,sementara semua bangunan tersebut dikelilingi semak-semak lebat  sehingga tampak menyeramkan saat malam hari.

Setelah berita ini terbit dan melakukan komunikasi intensif, akhirnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau  Hj.Mardiatul Idalisah.S,pd,MM menanggapi usulan tersebut.Dalam keterangannya, melalui sambungan telepon pada Jumat (18/04/2025), Hj.Mardiatul menyatakan, dirinya akan  melakukan koordinasi dengan pihak terkait semoga harapan warga segera terwujud.

“Saya sudah mengetahui usulan warga RT 02 terkait ketidaknyamanan adanya bangunan tua yang kumuh dan retak serta  mengotori udara sekitar perumahan warga,saya akan sampaikan harapan ini ke bidang aset pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya dengan harapan secepatnya dapat dipertimbangkan dan segera dilakukan penggusuran berdasarkan regulasnya “terangnya

(Teguh S.H)

Tinggalkan Balasan