BeritaBudayaMaluku

Tokoh Muda Desa Waprea Gelar Panas Pela Dua Negeri, Waprea dan Wainibe

Avatar
64
×

Tokoh Muda Desa Waprea Gelar Panas Pela Dua Negeri, Waprea dan Wainibe

Sebarkan artikel ini

Buru, LiterasiAktual.com – Karang Taruna Latamiha Harmonis Desa Waprea, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru menggelar ritual adat “Panas Pela” Dua Negeri, antara Desa Waprea Kecamatan Waplau dan Desa Wainibe Kecamatan Fena Leisela yang digaungkan sebagai acara inti pada kegiatan pelantikan Karang Taruna Latamiha Harmoni, pada Sabtu, 27 Juli 2024.

Pada sore pukul 16:00 Wit antusias masyarakat Desa Waprea menyambut dengan meriah masyarakat Desa Wainibe. Dalam penyambutan tersebut di hadiri oleh pemerintah Desa, Tokoh adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan seluruh masyarakat Desa Waprea.

Penyambutan dilakukan di penghujung jalan masuk Desa Waprea, masyarakat dan Pemuda Desa Waprea mengiringi prosesi penjemputan tesebut dengan membentangkan kain putih sepanjang 100 meter di sepanjang jalan Desa Waprea. Selain itu dilantunkan dengan Sawat Buru menggunakan alat musik seperti dram dan sulin, sampai masuk tenda kegiatan di lapangan voli Desa Waprea.

Salah satu Tokoh Pemuda, Hua Ibrahim Warhangan, S.Pd yang juga sebagai Penasehat Karang Taruna Latamiha Harmonis Desa Waprea menyampaikan bahwa pelaksanaan ritual adat Panas Pela antar dua Negeri ini adalah inisiatif dari teman-teman pengurus Karang Taruna Harmonis Desa Waprea.

“Lahirnya inisiatif untuk membuat acara atau ritual adat Panas Pela itu ketika teman-teman pengurus ingin mengadakan pelantikan, jadi kita berinisiatif untuk tidak hanya membuat acara pelantikan ini sebagai acara seremonial semata, tetapi kami ingin agar bagaimana membuat kegiatan pelantikan ini di isi dengan kegiatan yang membawa pesan sosial, adat budaya, dan keagamaan, maka kami melakukan diskusi bersama teman-teman Karang Taruna, lalu kemudian kami berkoordinasi dengan berbagai pihak,” Tegas Baim kepada awak media.

Ritual adat Panas Pela Lanjut Ibrahim, merupakan peringatan kembali hubungan kekerabatan dan persaudaraan antarwarga dua desa yaitu Desa Waprea dan Desa Wainibe yang merupakan upaya melestarikan budaya dua Negeri yang memiliki tali persaudaraan.

Menurut Ibrahim tokoh muda yang akrab disapa Bang Baing ini mengatakan bahwa kegiatan ritual adat “Panas Pela” tersebut harus dilaksanakan guna mempererat hubungan persaudaraan sejati yang terbina antara masyarakat dua negeri adat ini yang telah diwarisi oleh para leluhur mereka sejak tahun 80 an.

“Panas Pela di Desa Waprea dan Desa Wainibe ini pernah 2 (dua) kali dilakukan, dan itu terakhir kalinya dilaksanakan tahun 1980-an lalu oleh pemerintah Desa Waprea dan Wainibe dan setelah itu tidak lagi. Makanya sudah harusnya dilaksanakan kembali sehingga generasi dua negeri saat ini bisa mengingatnya,” ujar Ibrahim.

Camat Waplau, Abdul Hamid Buton, SP dalam sambutannya menyampaikan bahwa ritual Panas Pela yang dilaksanakan ini merupakan upaya merawati identitas masyarakat khususnya Desa Waprea dan Desa Wainibe untuk mempererat tali silaturahmi antar ke dua Negeri ini.

“Hari ini kita sama-sama saksikan ritual Panas Pela yang diadakan oleh Karang Taruna Harmonis Desa Waprea adalah sebagai tanda bahwa Pela Gandong masih terus di jaga, dan ini adalah sebagai cara kita untuk tetap menjaga dan melestarikan adat istiadat, dan nilai-nilai keberagaman,” Tegas Camat Waplau.

Dalam kesempatan yang sama Penjabat Kepala Desa Waprea, Muhammad Warhangan juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa masyarakat harus mengerti dan menghargai adat, sebagai budaya yang diwariskan turun temurun kepada generasi selanjutnya.

Pada kesempatan itu Penjabat Kades Waprea berharap melalui kegiatan Panas Pela antardesa negeri ini, diharapkan dapat menjaga kehidupan hidup masyarakat umat beragama di Desa Waprea dan Desa Wainibe dan seluruh Desa yang ada sehingga terjalin lebih baik dan solid.

Ketua Karang Taruna Latamiha Harmonis Desa Waprea, Nahrudin yang akrab disapa Teku, dalam keterangan yang ia sampaikan, mewakili pengurus Karang Taruna menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan keterlibatan semua pihak yang telah berkontribusi dan bekerja sama menyukseskan acara ini.

“Atas nama Pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Latamiha Harmonis Desa Waprea Kecamatan Waplau mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dan berkontribusi dalam acara ini. Kami berharap acara ritual adat Panas Pela ini akan terus dilakukan karena acara ini memberikan kesan moral kultural dan religius yang sangat bermakna, yang harus dipertahankan oleh masyarakat lebih khusus kepada para generasi, tentang nilai kasih, menyayanggi, serta adat istiadat sebagai modal sosial dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan hidup bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan