Berita

Lalai Melakukan Pemerataan BBM, Mohd. Ilham : Copot Kadisperindag Meranti

Avatar
31
×

Lalai Melakukan Pemerataan BBM, Mohd. Ilham : Copot Kadisperindag Meranti

Sebarkan artikel ini

Kepulauan Meranti- Memasuki beberapa hari lebaran Idul Fitri 1445 H, Kabupaten Kepulauan Meranti di hadapkan dengan kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite sehingga mengakibatkan antrian panjang di dua SPBU Selatpanjang.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari salah satu aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Meranti Mohd. Ilham. Jum’at, (19/04/2024).

Mohd. Ilham menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan dari rekan-rekan Mahasiswa banyak sekali masyarakat yang mengantri di dua SPBU Selatpanjang.

“Meranti hari ini muncul masalah krusial dengan dibuktikan padatnya antrian masyarakat yang mayoritas menggunakan kendaraan roda dua untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di dua SPBU Selatpanjang sampai saat ini,” katanya.

“Kita tahu kalau jam operasional SPBU tersebut sangat lah terbatas, tidak mungkin kita paksa mereka lebih kerja extra dengan penambahan waktu. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah harus menemukan formulasi untuk menyelesaikan masalah tersebut dan hal ini menjadi atensi kami selaku social control dan agent of change dalam mengawal kebijakan Pemerintah Daerah untuk membawa Meranti kedepan,” tambahnya.

Ilham sangat menyayangkan kinerja dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Meranti yang dianggap lalai dalam mengantisipasi kelangkaan BBM di Meranti pasca Ramadhan 1445 H.

“Kelangkaan BBM ini sebenarnya tidak mungkin terjadi, karena hal ini mengakibatkan salah satunya merusak tatanan ekonomi masyarakat, seharusnya Pemerintah Daerah melalui Disperindag yang dikepalai Pak Marwan mampu mengantisipasi problematika ini dari jauh hari sebelumnya, bila perlu Pra Ramadhan sudah disiapkan, kendati demikian kelangkaan dan kelonjakan seperti ini tak kan terjadi,” pungkasnya.

“Saya menilai Pak Marwan tidak serius memimpin Disperindag Meranti dalam memandang Kabupaten kita dengan segudang masalah khusunya disektor Ekonomi yang memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat,”tambahnya.

Lebih jauh dikatakan Ilham bahwa Plt. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar seharusnya mampu membuat kebijakan yang efektif dan efisien dalam mencegah terjadinya kelangkaan BBM.

“Kemudian saya juga menganggap bahwa Pak Asmar juga tidak mampu membaca situasi persoalan di Meranti khususnya masalah BBM, alangkah baiknya Pemerintah Daerah melakukan antisipasi dari awal, jadi tidak semestinya menunggu masalah datang baru sibuk mengidentifikasi, karena dampak masalah ini sangat besar terhadap perputaran Ekonomi masyarakat yang tidak hanya di Kecamatan Tebing Tinggi bahkan di Kecamatan lainnya dalam lingkup Kabupaten Kepulauan Meranti,” tegas Ilham yang pernah menjabat Ketua DEMA STAI Nurul Hidayah Selatpanjang itu.

“Sebenarnya ini persoalan siap atau tidak siap, mau atau tidak maunya Pemda dalam menuntaskan masalah ini, kita punya 9 Kecamatan dan seharusnya dilakukan Pemerataan BBM keseluruh pelosok Meranti sampai kepada Kios-kios pengecer dengan legalitas jelas tanpa menyengsarakan masyarakat dalam membangun keseimbangan Ekonomi dengan akses yang mudah untuk mendapatkan BBM diwilayahnya masing-masing, terpantau baru 2 Kecamatan yang ada SPBU yakin Tebing Tinggi dan Merbau,” tambahnya.

“Melihat dari berita beberapa hari yang lalu yang dimana Pak Asmar mengatakan Stok BBM aman dan tidak ada kelangkaan, oke aman cuma kalau masih padat antrian di SPBU apakah itu disebut stok aman?, kalau bagi saya belum aman karena percuma masih tersedia tapi masih menimbulkan antrian yang juga berefek kemacetan dijalan raya operasional SPBU Selatpanjang, terang Ilham.

Disambung Ilham mendesak Pemerintah Daerah yang dimaksud Plt. Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar Jangan sampai kita menduga ada permainan besar di balik kelangkaan ini, sedangkan kelangkaan ini tidak terjadi secara nasional, ini cuma terjadi di daerah Meranti, apakah ada hubungannya dengan pilkada mendatang untuk persiapan modal?,” tuturnya.

Ia menyampaikan agar Plt. Bupati Kepulauan Meranti melakukan pencopotan jabatan pada Kadisperindag Meranti untuk memberikan subterapi bagi pribadi dan lainnya,”tambahnya.

red

Tinggalkan Balasan