Kab.Berau,Kaltim(L.A) — Kondisi Jembatan Lawang Lawang di Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, kembali menjadi perhatian masyarakat, nelayan dan pelaku wisata. Akses yang selama ini menjadi jalur perdagangan dan wisata itu dinilai rusak parah dan membutuhkan perbaikan total dari pemerintah daerah.Sabtu(23/05/23)
Warga menyebut jembatan tersebut merupakan jantung perdagangan masyarakat Maratua. Selama ini, kapal barang pengangkut sembako dan kebutuhan pokok dari Tanjung Redeb bersandar di kawasan Lawang Lawang sebelum barang dibawa menuju daratan.
Namun akibat kondisi akses yang rusak, proses bongkar muat barang sering memakan waktu hingga dua sampai tiga hari. Kapal barang bahkan harus mengantre berhari-hari karena terbatasnya akses bongkar muat.
“Ini bukan hanya akses wisata, tapi jalur ekonomi masyarakat,” ungkap salah satu warga.
Selain sebagai jalur perdagangan, kawasan Lawang Lawang juga menyimpan potensi wisata alam yang besar. Mulai dari panorama sunrise, kawasan mangrove, spot memancing hingga wisata pesisir yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
Kawasan tersebut juga dikenal cukup aman bagi kapal karena berada di jalur teluk yang terlindungi mangrove dan jauh dari hantaman ombak besar maupun cuaca ekstrem.
Akses menuju Goa Angkal-Angkal juga berada di kawasan tersebut. Goa yang dulu dikenal sebagai objek wisata alam khas Maratua itu memiliki tebing batu alami dan goa yang dihuni ratusan kelelawar.
Pelaku wisata menilai Goa Angkal-Angkal perlu kembali dikelola secara profesional karena memiliki nilai wisata petualangan dan edukasi alam yang unik.
Selain itu, Jembatan Lawang Lawang juga menjadi akses menuju Noah Resort sehingga kondisi jembatan dinilai ikut mempengaruhi kenyamanan wisatawan.
Pelaku usaha wisata Maratua, Ongko, juga menyampaikan langsung kondisi jembatan tersebut dalam forum terbuka yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Berau beserta jajaran terkait.
Dalam penyampaiannya, Ongko mengungkapkan salah satu tamunya pernah terjatuh saat melintasi jembatan akibat kondisi akses yang rusak.
Menurutnya, apabila kawasan Lawang Lawang ditata serius, maka Maratua akan memiliki tambahan objek wisata baru seperti wisata mangrove, wisata alam hingga kawasan santai wisatawan yang dapat mendukung ekonomi masyarakat lokal.
Sebagai informasi, aspirasi masyarakat terkait perbaikan Jembatan Lawang Lawang telah mendapat respon dari DPRD Kabupaten Berau serta dinas terkait. Saat ini, pembangunan akses tersebut disebut telah memasuki tahap usulan pembangunan.
Masyarakat berharap proses itu dapat terus dikawal hingga terealisasi demi mendukung keselamatan wisatawan, distribusi barang dan masa depan pariwisata Maratua.***














