BeritaPemerintahan

Ketua IPMKRP Kritik Listrik Padam: Pemda Jangan Tutup Mata ini masalah Masyarakat

Avatar
883
×

Ketua IPMKRP Kritik Listrik Padam: Pemda Jangan Tutup Mata ini masalah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Listrik

Kepulauan Meranti, literasiaktual.com – Berbagai bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan PLN di wilayah rangsang pesisir dan rangsang barat, dengan jadwal pemadaman bergilir yang bisa berjam-jam dan kadang memang pemadaman listrik terjadi di luar jadwal.

Pemerintah daerah kabupaten/kota’ dalam hal ketenagalistrikan. Pasal 5 ayat (3) Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan memberikan kewenangan kepada kabupaten/kota untuk mengatur mengenai ketenagalistrikan.

Ketua Ikatan pelajar mahasiswa kecamatan Rangsang Pesisir (IPMKRP), Alif Yusuf meminta Pemerintah Daerah kepulauan Meranti dalam hal ini Bupati kepulauan Meranti, harus secepatnya memberikan solusi yang kongkrit atas keresahan dan keluhan yang dirasakan oleh masyarakat. Karena jelas bahwa masyarakat tidak bisa harus terus maklum dengan pelayanan yang diberikan.

“Pada dasarnya masyarakat membutuhkan solusi konkret, kalau memang tidak bisa, PLN wajib memiliki rencana mitigasi atau cadangan sehingga aliran listrik dapat terus berjalan, karena banyak sekali kerugian pelanggan dengan padamnya aliran listrik terutama masyarakat yang memiliki usaha kecil yang bergantung terhadap listrik seperti hidroponik, usaha sembako, sekolah perkantoran hingga Masjid dan rumah ibadah lainnya yang harus henti fungsi sementara lantaran padam yang terlalu lama” kata alif.

baca juga Kerjasama Kegiatan Dengan Polres Kep. Meranti, Karang Taruna Alahair Timur Gelar Sarasehan & Bukber

Alif menambahkan “Sesuai Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Presiden memandatkan bahwa tenaga listrik merupakan bagian penting dari pembangunan nasional, penyediaannya dikuasai negara sehingga negara wajib menyelenggarakan perkembangan pembangunan dengan menyediakan listrik dalam jumlah cukup, merata dan bermutu”

Respon (6)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *