Maratua, Berau, Kalimantan Timur
(L.A.) — Pesona budaya lokal Kalimantan ternyata mampu menjadi bagian menarik dalam pengalaman wisatawan mancanegara.
Seorang turis asal Spanyol Barcelona, Spanyol, tampil unik dan penuh percaya diri saat berwisata di Pulau Maratua dengan mengenakan topi khas Dayak, kemeja batik bernuansa Kalimantan, serta membawa tas rotan sebagai pelengkap penampilannya.
Sabtu(29/08/26)
Gaya tersebut bukan sekadar pilihan busana. Ia mengaku sengaja menggunakan berbagai atribut khas lokal sebagai bentuk ketertarikannya terhadap budaya Kalimantan sekaligus bagian dari pengalaman selama melakukan perjalanan wisata di Indonesia.
Sebelum tiba di Pulau Maratua, wisatawan asal Barcelona tersebut mengaku telah berkunjung ke Malinau, Kalimantan Utara. Dari Malinau, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Maratua untuk menikmati keindahan alam dan suasana wisata bahari di Kabupaten Berau.
Saat berada di Maratua, ia tampak bangga mengenakan perlengkapan bernuansa lokal. Topi Dayak, kemeja batik, hingga tas rotan yang dibawanya menciptakan perpaduan gaya modern dengan identitas budaya Kalimantan.
Ia mengatakan, menggunakan atribut khas daerah saat berwisata memberikan pengalaman tersendiri. Menurutnya, pakaian dan aksesori lokal memiliki karakter yang unik, menarik, dan keren.
“Saya bangga menggunakan atribut khas lokal untuk berwisata. Ini keren dan menjadi bagian dari pengalaman saya di Kalimantan,” ungkapnya.
Tas rotan yang digunakannya juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian. Bagi wisatawan tersebut, membawa kerajinan lokal bukan hanya sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi cara untuk lebih dekat dengan budaya yang ditemuinya selama perjalanan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata budaya memiliki peluang besar untuk berkembang berdampingan dengan wisata bahari. Wisatawan tidak hanya mencari pemandangan alam, tetapi juga pengalaman autentik yang dapat mereka rasakan secara langsung.
Pulau Maratua yang dikenal dengan keindahan laut, pantai, terumbu karang, dan kehidupan masyarakat pesisir menjadi salah satu destinasi yang menarik bagi wisatawan mancanegara.
Kehadiran wisatawan asal Barcelona dengan gaya khas Kalimantan tersebut menjadi warna tersendiri dalam aktivitas pariwisata di pulau yang berada di wilayah Kabupaten Berau ini.
Perjalanan dari Malinau, Kalimantan Utara, menuju Maratua, Kalimantan Timur, juga memperlihatkan bagaimana wisatawan dapat menikmati beragam karakter destinasi di Pulau Kalimantan, mulai dari kekayaan budaya hingga panorama wisata bahari.
Lebih dari sekadar gaya berpakaian, kebanggaan wisatawan asing menggunakan atribut lokal menjadi bentuk apresiasi terhadap budaya Indonesia. Topi Dayak, batik, dan tas rotan yang dikenakan bukan hanya menjadi bagian dari penampilan, tetapi juga menjadi cerita yang dibawa wisatawan dalam perjalanan mereka di Kalimantan.
Bagi Maratua, momen seperti ini menjadi potret menarik bahwa pariwisata dan budaya dapat saling memperkuat. Keindahan alam mampu menarik wisatawan datang, sementara kekayaan budaya lokal memberikan pengalaman yang membuat perjalanan mereka semakin berkesan.***














