Berita

SPI Kaltara mulai dibentuk, perjuangkan reforma agraria dan kedaulatan pangan

Avatar
37
×

SPI Kaltara mulai dibentuk, perjuangkan reforma agraria dan kedaulatan pangan

Sebarkan artikel ini

Tanjung Selor, Kaltara (L.A) — Serikat Petani Indonesia (SPI) mulai dibentuk di Provinsi Kalimantan Utara. Pembentukan tersebut diawali melalui rapat persiapan yang digelar di Kedai CEO, Tanjung Selor, Rabu (12/8/2026).

Pertemuan dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat, di antaranya Drs. Datu Buyung Perkasa, M.Pd., Edi Sutrisno, S.Pd.I., M.Ag., Joko Supriyadi, S.T., M.T., Ario Miftahul Hikmah, M.Si., Fitri Jayanti, S.M., Zainul Muslihin, S.E., Dino, Reza, Mustafa, Nurul Falah, Nuril dan Getrin.

Rapat dibuka Joko Supriyadi selaku caretaker dan dilanjutkan dengan sambutan Datu Buyung Perkasa. Selanjutnya, Edi Sutrisno yang merupakan pengurus SPI Jawa Tengah periode sebelumnya memaparkan sejarah perjuangan SPI, tujuan organisasi serta mekanisme pembentukan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Kaltara.

Edi menjelaskan, SPI merupakan wadah perjuangan petani yang memiliki tiga tujuan utama, yakni sosial-ekonomi, sosial-politik dan sosial-budaya. Perjuangan tersebut diwujudkan melalui tiga agenda utama, yaitu reforma agraria, agroekologi dan kedaulatan pangan.

Selain itu, SPI juga memperjuangkan penguatan koperasi petani, hak asasi petani serta solidaritas internasional.

Dalam diskusi, peserta membahas relevansi pembentukan SPI di Kaltara dengan berbagai persoalan pertanian dan pembangunan daerah. Joko Supriyadi menyinggung pembangunan bendungan di Sungai Mentarang dan Sungai Kayan yang perlu memperhatikan kepentingan masyarakat dan petani yang berpotensi terdampak.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah akses pasar hasil pertanian, termasuk beras Adan dari Krayan. Kondisi jalan poros menuju Krayan yang belum memadai dinilai menjadi salah satu kendala pengembangan pertanian karena tingginya biaya logistik dan sulitnya akses menuju pasar potensial.

Datu Buyung menyambut positif kehadiran SPI di Kaltara. Menurutnya, organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi petani untuk memperjuangkan kepentingan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Setelah melalui diskusi, peserta sepakat membentuk panitia persiapan pembentukan DPW SPI Kaltara. Datu Buyung Perkasa ditunjuk sebagai ketua panitia, Joko Supriyadi sebagai sekretaris, dan Fitri Jayanti sebagai bendahara.

Selain pembentukan organisasi, peserta juga menyepakati persiapan peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 di Tarakan. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan petani se-Kaltara, khususnya petani rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Rencananya, kegiatan akan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, pengusaha, organisasi petani seperti HKTI, HIPMI, serikat buruh, KADIN, serta berbagai pihak lainnya.

Pembentukan SPI Kaltara diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi petani dalam memperjuangkan akses terhadap tanah, produksi, pasar, kesejahteraan, serta kedaulatan pangan di Kalimantan Utara.

Tinggalkan Balasan