Nasional

Yayasan Bulir Padi Luncurkan Program ‘Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi’ di Jakarta

Avatar
28
×

Yayasan Bulir Padi Luncurkan Program ‘Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi’ di Jakarta

Sebarkan artikel ini

JAKARTA (LA)– Yayasan Bulir Padi (YBP) resmi meluncurkan Program Pengembangan Karakter bertajuk “Anak Muda Berkarakter, Anak Muda Berprestasi” di RPTRA Manggis, Palmerah, Jakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak muda marjinal mengenai pentingnya pembentukan karakter dalam menghadapi tantangan sosial sehari-hari.

Lebih dari 100 anak binaan dan alumni YBP berusia 13–24 tahun—setara dengan tingkat SMP hingga SMA/SMK—menjadi sasaran utama program ini.

Pentingnya Penguatan Karakter bagi Anak Muda

Hasil riset internal YBP mengungkapkan bahwa anak muda dari kelompok marjinal sering menghadapi berbagai kendala sosial, seperti:

✅ Terbatasnya akses pendidikan berkualitas

✅ Kurangnya dukungan sosial yang positif

✅ Lingkungan yang kurang kondusif

Permasalahan ini berisiko memicu perilaku negatif, seperti rendahnya tanggung jawab sosial, meningkatnya kekerasan, serta berkurangnya kepedulian terhadap norma dan etika. Oleh karena itu, penguatan karakter menjadi langkah krusial dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga turut mendorong penguatan karakter anak-anak Indonesia dengan menanamkan nilai-nilai positif di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan generasi muda yang sehat, berintegritas, dan siap bersaing di tingkat global,” ujar perwakilan Kemendikdasmen.

Komitmen YBP dalam Pembentukan Karakter Anak Muda

Ketua Yayasan Bulir Padi, Tia Sutresna, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen YBP dalam membangun karakter anak muda, khususnya dari kalangan marjinal.

“Kami ingin menyediakan ruang bagi anak binaan dan alumni untuk mengembangkan nilai-nilai positif yang esensial dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka,” ujar Tia.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan karakter adalah kunci utama dalam membekali anak muda dengan keterampilan hidup, moral, dan etika. Dengan nilai-nilai positif yang tertanam sejak dini, mereka diharapkan dapat:

✅ Lebih percaya diri

✅ Meningkatkan kompetensi

✅ Membangun relasi sosial yang lebih baik

✅ Memiliki masa depan yang lebih cerah

Sejalan dengan filosofi YBP, program ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang berintegritas, mandiri, rendah hati, dan kompeten.

Dukungan Pemerintah dan Strategi Implementasi

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pusat Pengembangan Karakter (Puspeka), Kemendikdasmen, yang turut serta sebagai narasumber dan penyedia materi edukasi.

Sebagai bagian dari implementasi, YBP menggelar workshop bertajuk “Dari Potensi ke Prestasi: Kunci Sukses Anak Muda Berkarakter”, menghadirkan Irene R. Cuang, Technical Policy Analyst dari Puspeka, Kemendikdasmen.

Pendidikan karakter adalah langkah fundamental dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dengan program ‘7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat’, kami berharap anak-anak muda tumbuh menjadi individu yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkualitas dalam karakter dan kompetensi,” jelas Irene.

Menurut Irene, pembentukan karakter dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang melatih disiplin, kemandirian, dan kemampuan berpikir kritis.

Ia juga menegaskan bahwa semua elemen dalam catur pusat pendidikan—sekolah, keluarga, masyarakat, dan media—memegang peran penting dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas.

Konsep Six Pillars of Character dalam Program YBP

Sebagai strategi implementasi, YBP mengadopsi konsep Six Pillars of Character dari Josephson Institute of Ethics, yang mencakup enam nilai utama:

  1. Kepercayaan (Trustworthiness)
  2. Rasa hormat (Respect)
  3. Tanggung jawab (Responsibility)
  4. Keadilan (Fairness)
  5. Kepedulian (Caring)
  6. Kewarganegaraan (Citizenship)

Pendekatan ini diterapkan dalam seluruh program pendidikan YBP untuk memastikan nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan