BeritaPolitik

KPU Tetapkan Hasil Pemilu 2024, AMHTN-SI Pertanyakan Legitimasi

Avatar
32
×

KPU Tetapkan Hasil Pemilu 2024, AMHTN-SI Pertanyakan Legitimasi

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, literasiaktual.com – Merespon penetapan hasil Pemilu 2024 oleh KPU (20/3/2024), Asosiasi Mahasiswa Hukum Tata Negara Se-Indonesia (AMHTN-SI) mempertanyakan legitimasi keabsahannya. Hal tersebut mengingat para Penyelenggara Pemilu tahun ini tersandung pelanggaran etik.

“Ya tentu kita pertanyakan, semua penyelenggaranya tersandung pelanggaran etik, nah apakah Pemilu kali ini bener-benar legitimate dan absah sehingga keputusan KPU itu bisa diterima oleh rakyat,” kata Koordinator Pengurus Humas AMHTN-SI, Tri Rahmadona pada Kamis (21/3/2024).

Ia pun memaparkan sejauh ini Ketua KPU Republik Indonesia (RI) Hasyim Asy’ari telah terbukti melanggar etika sebanyak empat kali. Salah satu di antaranya, Pada 5 Februari 2024, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengeluarkan putusan bahwa para komisioner KPU terbukti melanggar etik karena menerima pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden Pemilu 2024.

Di samping itu, terbaru Pada 20 Maret 2024, DKPP juga menjatuhkan sanksi peringatan kepada jajaran Bawaslu RI lantaran tidak menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pelanggaran Pemilu kampanye politik yang berbalut agenda silaturahim Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) oleh pasangan calon nomor urut 2.

Menurut Tri Rahmadona, fenomena tersebut memiliki dampak yang serius terhadap keabsahan proses dan hasil Pemilu. Jika proses penyelanggaraannya sudah cacat sedari awal, kata dia, keputusan yang dihasilkan pun menjadi cacat dengan sendirinya. Menurutnya, proses akan menentukan hasil.

image_pdfPDFimage_printPrint

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *