Buru. LiterasiAktual.com- Menyikapi aksi yang dilakukan oleh oknum aktivis Kota Ambon Marwan Titahelu, Ketua Forum Mahasiswa Adat (FORMAT) Buru Jakarta menegaskan aksi itu sangat tidak mendasar dan mencoreng nama baik Sekretaris Daerah Kabupaten Buru.
Jermias selaku Ketua Format Buru Jakarta menyampaikan bahwa aksi itu adalah tuduhan tanpa dasar, tuduhan yang tidak bertanggung jawap. Karena aksi unjuk rasa yang dilakukan tidak menyajikan data serta fakta secara konkrit yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Kami yakin sungguh bahwa aksi yang dilakukan itu diduga merupakan pesanan yang tentu akan membawa dampak pada nama baik yang mana beliau yang notabenenya adalah sebagai pejabat.” Ungkap Ketua Format Buru Jermias saat di hubungi via telepon, Minggu, (21/7/2024).
Ketua Forum Mahasiswa Adat (FORMAT) Buru Jakarta itu meminta kepada Mabes Polri agar segera intruksikan Kapolda Maluku untuk lakukan pemanggilan terhadap oknum-oknum yang sudah mencemarkan nama baik Sekda Kabupaten Buru M. Ilyas Bin Hamid.
“Aksi ini adalah tuduhan tanpa dasar, serta tuduhan yang tidak dapat di bertanggung jawabkan, maka dari itu, kami minta kepada Mabes Polri agar menginstruksikan Kapolda Maluku untuk panggil oknum yang bersangkutan,” lanjut Jermias.
Jermias juga meminta kepada segenap masyarakat Pulau Buru agar tidak menelan mentah-mentah informasi dari aksi tersebut, ia berharap agar masyarakat dapat menahan diri untuk tidak terprovokasi atas ulah oknum-oknum yang sudah mencemarkan nama baik Sekda Kabupaten Buru Bapak M. ilyas Bin Hamid.
“Gerakan ini ada tuduhan tampa dasar, serta tuduhan yang tidak di bertanggung jawap, kami menghimbau masyarakat pulau Buru tidak terprovokasi atas aksi tersebut”.
Jermias menyampaikan bahwa teman-teman aktivis harusnya lebih hati-hati dan jeli dalam memperhatikan pokok permasalahan sebelum disuarakan. Jangan menuduh tanpa dasar yang pada akhirnya bisa menciptakan kondisi yang tidak kondusif menjelang momen politik di daerah.
Ketua FORMAT Buru Jakarta menegaskan, bahwa teman-teman Aktivis jangan hanya pandai mengkritik tetapi setidaknya hadir dengan ide dan gagasan, sehingga bisa memberikan solusi dan mendukung program Pemerintah daera agar proses pembangunan berkelanjutan. tutup Jermias











