PEKANBARU (LA) – Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mengajak masyarakat Kota Pekanbaru untuk meningkatkan budaya literasi. Budaya literasi dapat ditingkatkan melalui kegiatan membaca, menulis, memahami, dan mengembangkan gagasan menjadi karya yang bermanfaat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Temu Literasi Bersama Duta Baca Indonesia bertema “Dari Kata Menjadi Karya” yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Pekanbaru di aula lantai 3, Rabu (21/10/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Syamsuwir, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa acara ini menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru untuk menggugah semangat masyarakat dalam membangun budaya literasi yang positif. Menurutnya, perkembangan teknologi seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan literasi. Namun, masyarakat juga perlu mewaspadai dampak negatif penggunaan teknologi, terutama penyebaran konten yang tidak produktif dan tidak memberikan nilai edukasi.
“Kami melihat saat ini banyak teknologi yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk literasi positif. Namun, ada juga sisi negatif dari pemanfaatan teknologi yang dapat membuat literasi menjadi negatif, terutama melalui konten-konten yang tidak produktif,” ujarnya.
Tema “Dari Kata Menjadi Karya” mengandung pesan agar masyarakat Pekanbaru mampu menuangkan gagasan dan imajinasi menjadi tulisan yang dapat dibaca, dipahami, serta memberikan manfaat bagi orang lain. Diharapkan, semangat berliterasi tidak hanya tumbuh di lingkungan Pemko Pekanbaru, tetapi juga meluas ke seluruh lapisan masyarakat.
Literasi Bukan Sekadar Membaca dan Menulis
Kepala Dispusip Pekanbaru, Muhammad Amin, menjelaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga mencakup kemampuan memahami serta menganalisis informasi untuk diterapkan secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, masyarakat perlu terus dilatih untuk membaca, menulis, memahami, dan menganalisis. Dengan begitu, masyarakat mampu menghasilkan pemikiran yang berkualitas serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan.
“Intinya, ada ide yang perlu dituangkan melalui tulisan. Karena itu, mari belajar menulis. Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan materi teknik penulisan langsung dari Gol A Gong,” ungkap Amin.
Menghasilkan Buku Antologi
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan karya tulis yang nantinya dihimpun dalam sebuah buku antologi. Buku tersebut akan menjadi tambahan koleksi sekaligus bahan pengayaan literasi di Dispusip Pekanbaru.
Kehadiran Gol A Gong juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk belajar langsung dari penulis berpengalaman. Sebelum kegiatan di aula Dispusip, Gol A Gong telah mengunjungi komunitas Rumah Sunting yang dipimpin Kuni untuk berbagi pengalaman dan mendorong kegiatan literasi di tengah masyarakat.
Komunitas-komunitas literasi di Pekanbaru diharapkan semakin aktif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya. Pemko juga hadir sebagai pelayan masyarakat yang memberikan perlindungan, ketenangan, dan pemahaman agar masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan. (NM)














