Berita

TRADISI SAKLAR SEBA BADUY 2026: RATUSAN WARGA ADAT JALAN KAKI TANPA ALAS KAKI, DIKAWAL KETAT SATLANTAS POLRES LEBAK,Kamis(24/4/2026)

Avatar
10
×

TRADISI SAKLAR SEBA BADUY 2026: RATUSAN WARGA ADAT JALAN KAKI TANPA ALAS KAKI, DIKAWAL KETAT SATLANTAS POLRES LEBAK,Kamis(24/4/2026)

Sebarkan artikel ini

LEBAK, (BTN)

literasiaktual.com – Suasana sakral dan penuh khidmat menyelimuti perjalanan panjang Tradisi Saklar Seba Baduy tahun 2026. Ratusan warga adat Kanekes, baik dari Baduy Dalam maupun Baduy Luar, kembali menapakkan kaki tanpa alas kaki menempuh jarak puluhan kilometer. Bertolak dari Ciboleger menuju Pendopo Bupati Lebak, rombongan leluhur ini dikawal ketat personel Satlantas Polres Lebak sejak dini hari, Kamis (24/04/2026).

Seba Baduy bukan sekadar perjalanan jalan kaki. Tradisi ini merupakan wujud “laporan tahunan” masyarakat adat kepada Bapak Gede sapaan akrab untuk Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H.sekaligus bentuk syukur atas terjaganya alam dan leuweung titipan para karuhun. Tahun ini, prosesi terasa lebih istimewa pasca budaya Baduy resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia.

Negara Hadir, Kawal Adat dari Subuh
Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. memberikan perintah langsung untuk pengamanan maksimal. Kasat Lantas Polres Lebak turun ke jalan memimpin langsung, menerjunkan 2 unit Patwal dan 15 personel yang disebar di titik-titik rawan sepanjang jalur Ciboleger–Rangkasbitung.

“Atensi Bapak Kapolres sangat jelas: Negara tidak hanya menjaga Kamtibmas, tapi wajib menghormati adat. Kami pastikan rombongan berjalan aman, lancar, dan tertib mulai dari titik nol di Ciboleger hingga masuk gerbang Pendopo,” tegas Kasat Lantas di sela-sela pengawalan.

Rombongan Baduy Dalam yang berpakaian serba putih bersih, serta Baduy Luar dengan busana hitam dan ikat kepala putih, berjalan beriringan di depan. Mereka memikul berbagai hasil bumi: laksa, gula aren, pisang, talas, hingga madu hutan. Rombongan dilepas secara resmi oleh para Jaro dan Puun tepat pukul 03.00 WIB.

“Seba itu napak tilas dan bentuk bakti kami kepada Bapak Gede dan Ibu Gede. Hasil bumi ini menjadi tanda bahwa hutan, leuweung, dan kampung kami masih terjaga baik sesuai pikukuh karuhun,” tutur Jaro Saija, tetua adat Baduy Dalam, dengan nada penuh haru.

“Imbauan Satlantas: Hormati Rombongan, Jangan Klakson
Guna menjamin kelancaran perjalanan, Satlantas Polres Lebak memberlakukan rekayasa lalu lintas. Kendaraan pribadi maupun umum diarahkan untuk menepi dan mendahulukan rombongan adat.

“Kepada seluruh masyarakat dan pengendara, jika berpapasan dengan rombongan Seba, mohon jangan membunyikan klakson. Berikan jalan dan penghormatan. Ini adalah kebanggaan Kabupaten Lebak, kebanggaan Indonesia,” imbau Kasat Lantas melalui pengeras suara Patwal.

Rombongan dijadwalkan tiba dan akan diterima langsung oleh Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, S.H. di Pendopo Kabupaten pada Jumat (25/04/2026) pagi. Prosesi akan dilanjutkan dengan penyerahan hasil bumi serta dialog kearifan lokal antara para Puun, Jaro, dan pemerintah daerah.

“Kami bangga. Polri hari ini bukan hanya menjaga Kamtibmas, tapi juga menjadi penjaga nilai dan adat. Ini sinergi yang sangat kami harapkan,” tutup Jaro Saija.

Red : Endang s

Tinggalkan Balasan