Berita

Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

17
×

Puan Maharani Desak Pengusutan Tuntas Kasus Penembakan Pekerja Migran Indonesia di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR RI Puan Maharani, saat menghadiri peresmian Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) di Gedung Pustakaloka, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2025). (Foto: Jaka/vel)

Jakarta, (LA) – Ketua DPR RI Puan Maharani menuntut pengusutan tuntas kasus penembakan pekerja migran Indonesia (PMI) oleh aparat Malaysia. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi dari pemerintah agar insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Dorongan untuk Perlindungan dan Mitigasi

Puan menegaskan bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dalam memberikan perlindungan kepada para korban. Ia juga menekankan pentingnya upaya mitigasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

“Lindungi warga negara Indonesia yang menjadi korban dan lakukan mitigasi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujar Puan saat berada di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1/2025).

Menurutnya, kementerian terkait serta aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti insiden ini dengan menyelidiki secara menyeluruh dan mengambil langkah yang diperlukan demi keadilan bagi para korban.

Dugaan Penggunaan Kekuatan Berlebihan

Puan juga mendukung upaya pihak terkait yang saat ini tengah meminta transparansi otoritas Malaysia dalam penyelidikan kasus tersebut. Terlebih, berdasarkan keterangan korban, mereka tidak melakukan perlawanan terhadap aparat Malaysia ketika kejadian terjadi.

Dugaan penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) oleh otoritas Malaysia menjadi perhatian utama Indonesia dalam menyikapi insiden ini.

DPR Akan Kawal Proses Pengusutan

Ketua DPR menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus ini melalui alat kelengkapan dewan (AKD) terkait. Ia juga tidak menutup kemungkinan pemanggilan pemerintah untuk memberikan penjelasan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil.

“Komisi yang berwenang akan menangani proses pemanggilan dan klarifikasi terkait insiden ini,” tegasnya.

Kronologi Insiden dan Kondisi Korban

Diketahui, insiden penembakan tersebut melibatkan lima warga negara Indonesia yang diduga sebagai PMI ilegal. Mereka menjadi sasaran tembakan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Akibat kejadian itu, seorang WNI bernama Basri tewas, sementara empat lainnya mengalami luka-luka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Jenazah Basri telah dipulangkan ke kampung halamannya di Riau. Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan di RS Serdang dan RS Klang, Malaysia.

Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak Malaysia untuk memastikan kejelasan kasus ini serta menuntut keadilan bagi para korban.

Tinggalkan Balasan