BENGKALIS, (LA) — Kepemimpinan perempuan menjadi sorotan dalam seminar inspiratif bertajuk “The Women’s Catalyst: Berani Memimpin, Menginspirasi Perubahan untuk Potensi Perempuan” yang sukses digelar oleh BEM dan Bagian Kemahasiswaan Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng), Jumat (4/7/2025), di Aula Mini Conference.
seminar inspiratif bertajuk “The Women’s Catalyst: Berani Memimpin, Menginspirasi Perubahan untuk Potensi Perempuan” ini membuka ruang dialog antar mahasiswa, khususnya perempuan, untuk memperkuat semangat kepemimpinan dan membangun kesadaran akan peran strategis perempuan dalam perubahan sosial.
Karmila Sari: Perempuan Punya Kunci Perubahan Bangsa
Sebagai narasumber utama, Dr. Karmila Sari, Anggota DPR RI Komisi VII, menekankan pentingnya keberanian perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan, baik di lingkungan kampus maupun dalam pembangunan bangsa secara luas.
“Berani memimpin adalah langkah awal menuju peradaban yang lebih adil dan inklusif,” tegas Karmila, yang disambut antusias oleh para peserta seminar.
Ia juga mendorong agar mahasiswa perempuan tak hanya menjadi pengikut, tapi menjadi aktor perubahan yang menyuarakan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan.
Kampus Jadi Ruang Aman untuk Berkembang
Wakil Direktur III Polbeng, Marhadi Sastra, menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi pemicu semangat baru bagi mahasiswa perempuan dalam menggali potensi diri.
“Potensi perempuan hari ini luar biasa dan harus terus kita dukung. Semoga kegiatan ini menjadi pembuka jalan bagi lebih banyak perempuan menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Polbeng, Herizal Kurniawanto, menggarisbawahi bahwa kepemimpinan bukan semata soal kekuasaan, melainkan keberanian memberi pengaruh positif.
“Menjadi pemimpin tidak harus yang paling kuat, tapi yang paling berani membuat perubahan,” ujarnya.
Pemerintah Daerah Apresiasi Semangat Perubahan
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Johansyah Syafri. Ia menyebut seminar ini sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa terhadap perubahan sosial yang inklusif dan progresif.
“Semangat yang lahir dari ruangan ini semoga tidak berhenti di sini, tapi terus menyebar dan memberikan dampak di tengah masyarakat,” ucap Johansyah.
Lebih dari Sekadar Seminar: Ini Gerakan Kesadaran
Seminar ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi sebuah gerakan kesadaran kolektif. Ruang diskusi ini menjadi panggung bagi perempuan muda untuk bersuara, berbagi ide, dan membangun solidaritas.
Dihadiri oleh tokoh perempuan, pemimpin mahasiswa, hingga pejabat daerah, kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan peran perempuan dalam lingkungan pendidikan tinggi, sekaligus pijakan awal menuju masyarakat yang setara dan inklusif.
Perempuan: Pilar Pembangunan yang Setara
Dengan semangat empowerment, seminar The Women’s Catalyst menegaskan bahwa perempuan bukan pelengkap, melainkan pilar penting pembangunan bangsa yang layak mendapat ruang, peran, dan pengakuan.
Momentum ini menegaskan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga ruang tumbuh bagi pemimpin masa depan — yang berani, setara, dan menginspirasi.







