Berita

Jenazah PMI Korban Penembakan Otoritas Maritim Malaysia Tiba di Pekanbaru, Pemerintah Beri Santunan dan Tegaskan Pencegahan PMI Ilegal

52
×

Jenazah PMI Korban Penembakan Otoritas Maritim Malaysia Tiba di Pekanbaru, Pemerintah Beri Santunan dan Tegaskan Pencegahan PMI Ilegal

Sebarkan artikel ini
Dok. mediacenter.riau.go.id

Pekanbaru, (LA) – Jenazah Basri, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban penembakan oleh Otoritas Maritim Malaysia (APMM) di Perairan Tanjung Rhu, tiba di Cargo Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Rabu (29/1). Setelah tiba di Pekanbaru, jenazah segera dibawa ke Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Penyambutan Jenazah oleh Pejabat Pemerintah

Kedatangan jenazah di bandara disambut langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi, serta sejumlah pejabat dari berbagai instansi terkait. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Dirjen Pelindungan KP2MI, Brigjen Pol. Dayan Victor Imanuel Blegur, Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga KP2MI Hadi Wahyuningrum, serta Direktur Pelindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha. Pihak keluarga juga turut mendampingi proses pemulangan jenazah.

Dalam keterangannya, Pj Gubernur Riau Rahman Hadi menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Basri. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

“Kami menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah berperan dalam proses pemulangan jenazah ini hingga tiba dengan selamat di Indonesia,” ujar Rahman Hadi.

Santunan untuk Keluarga Korban dan Langkah Pencegahan

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Pelindungan KP2MI, Brigjen Pol. Dayan Victor Imanuel Blegur, mengungkapkan bahwa seluruh proses pemulangan jenazah berjalan lancar. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian atas insiden tragis tersebut.

Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa upaya pencegahan keberangkatan PMI ilegal akan terus diintensifkan guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Langkah ini mencakup peningkatan sosialisasi bagi calon pekerja migran serta tindakan tegas terhadap para calo yang memfasilitasi keberangkatan ilegal.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi terkait pentingnya prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memberantas para calo yang masih berkeliaran,” tegas Brigjen Pol. Dayan Victor Imanuel Blegur.

Komitmen Pemerintah dalam Melindungi PMI

Insiden yang menimpa Basri menjadi pengingat bahwa keberangkatan pekerja migran secara ilegal berisiko tinggi, baik dari segi keselamatan maupun perlindungan hukum. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya memperketat pengawasan serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai jalur legal yang aman bagi pekerja migran.

Dengan adanya kejadian ini, pemerintah diharapkan dapat memperkuat kebijakan perlindungan bagi PMI serta meningkatkan koordinasi dengan pihak berwenang di luar negeri untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Tinggalkan Balasan